Presiden Prancis, Francois Hollande bertemu dengan sejawatnya dari AS
Barack Obama di Washington, dan mengumumkan rencana penarikan semua
pasukan tempur negaranya dari Afghanistan pada akhir tahun.
Pernyataan ini seolah bertentangan dengan keputusan Obama untuk memperpanjang kehadiran pasukannya di Afghanistan.
Sementara itu gelombang unjuk rasa rakyat Afghanistan terhadap
pasukan asing terutama AS semakin meningkat. Rakyat Afghanistan
menentang perjanjian antara Kabul dan Washington yang memungkinkan
militer AS tetap bercokol di negara mereka melampaui batas waktu 2014
yang telah disepakati sebelumnya.
Ratusan orang pemrotes yang sebagian besar ulama Afghanistan turun ke
jalan di ibukota Kabul, Jumat (18/5). Para demonstran meneriakkan
slogan-slogan menentang Amerika Serikat, dan menyerukan diakhirinya satu
dekade kehadiran militer asing di Afghanistan.
Pada tanggal 1 Mei lalu, Presiden AS Barack Obama dan mitranya dari
Afghanistan, Hamid Karzai menandatangani kontrak jangka panjang
kemitraan strategis kontroversial yang memungkinkan ribuan tentara AS
tetap berada di Afghanistan sampai 2024.
Para pengecam mengecam perjanjian itu, dan menilainya sebagai
pelanggaran terhadap kedaulatan Afghanistan. Mereka menuntut semua
pasukan asing meninggalkan Afghanistan hingga akhir 2014.


0 comments:
Please comment and your comments are very useful for the development of this blog. Do not forget to comment ethics, and do not waste time trying to spam. Thank You!