Showing posts with label Music. Show all posts
Showing posts with label Music. Show all posts

Wednesday, April 18, 2018

TWICE dan 5 Pencapaian Bersama What Is Love?

TWICE dan 5 Pencapaian Bersama What Is Love?

Bintang.com, Jakarta TWICE telah mempersembahkan comeback berupa mini album kelima yang mengusung tajuk What Is Love?. Mini album yang diluncurkan pada 9 April 2018 ini dibalut dengan sentuhan k-pop juga nuansa dance.

What Is Love? menyuguhkan 5 track seperti What is Love?, Sweet Talker, Ho!, Dejavu, dan Say Yes. Adapun What Is Love? didaulat sebagai single yang diciptakan juga ditulis oleh bos agensi TWICE, JYP Entertainment yakni Park Jin Young.

Disaat yang bersamaan, TWICE juga merilis MV What Is Love?. Adapun lagu tersebut menyuarakan tentang rasa keingintahuan dan imajinasi pra gadis yang belajar soal cinta lewat buku, film, atau drama.

Sementara, sebelumnya TWICE hadir dengan mini album keempat yang bertajuk Signal pada 15 Mei 2017 lalu. Suguhan ini hadir dengan 6 track dengan mendaulat lagu dengan tajuk yang sama sebagai single.

Di sisi lain, TWICE berhasil meriah berbagai pencapaian setelah mini album dan single What Is Love? resm dirilis. Apa saja pencapaian tersebut? Yuk, simak rangkuman selengkapnya seperti berikut ini.


Curi Hati Pecinta Musik, De Nada Masuk Nominasi XYZ DAY 2018

Curi Hati Pecinta Musik, De Nada Masuk Nominasi XYZ DAY 2018

Bintang.com, Jakarta Nama musisi JFlow trntu sudah tak asing di telinga, rapper dengan nama lengkap Joshua Matulessy ini tengah menjadi perbincangan setelah merilis karya De Nada. Berkat karyanya yang berhasil mencuri perhatian itu, De Nada pun masuk dalam nominasi Creator Award untuk kategori music di XYZ DAY 2018.

Merekrut penyayi Denada sebagai rekan duet dan DJ JEIA dalam single tersebut, kini video klip yang diunggah di Channel YouTube JFlow Official pada yang rilis pada September 2017 itu, sudah dilihat sebanyak 1,7 juta kali! Penasaran nggak sih kenapa single ini begitu menyita perhatian?

Alasan pertama kenapa single ini begitu digemari adalah karena lagu hip-hop ini memiliki tempo dan beat musik yang asyik banget untuk nge-dance. Kolaborasinya bersama DJ JEIA pun membuat lagu ini begitu bereneri dan berhasil meraup sukses besar.

Selanjutnya, visual dari single De Nada ini juga berhasil menarik perhatian publik berkat tema visual colorful sub-urban dan street, yang membuat siapa saja yang melihatnya terasa seperti melihat video klip Hip-Hop dari penyanyi Hollywood.

Nah, video klip ini pun mendapat perhatian karena dianggap kontroversial, karena Denada dengan berani menunjukkan aksi twerking di beberapa baian klip video single De Nada. Meski dianggap kontroversial, namun musik yang disajikan JFlow, JEIA dan Denada terbilang sukses menghadirkan warna musik baru di Tanah Air.


Saturday, May 25, 2013

Grand Final X Factor Indonesia: Fatin... Novita... Fatin... Novita

Grand Final X Factor Indonesia: Fatin... Novita... Fatin... Novita

Finalis X Factor Indonesia Fatin Shidqia Lubis
X Factor Indonesia mencapai puncaknya, Jumat (24/5/2013) malam, di Jakarta International Expo (JIExpo). Dalam grand final kontes nyanyi di layar kaca itu, Fatin Shidqia Lubis dengan Novita Dewi akan adu banyak dalam mengumpulkan dukungan untuk duduk di posisi teratas.

Dukungan sudah bermunculan dari para penggemar yang menjadi follower masing-masing di Twitter.

"Fatin your shine like a star, your bright lika a Diamond, Fatin your Amazing, Your ready to be a Superstar. Foyaaaa!," celoteh pemilik akun @ichananda_da.

"I hope @NovitaDewiXF can bring different colours in indonesian music world..!! Winning @XFactor_ID in your hand..!!" tulis pemilik akun @AxelFabianaxel.

Sementara itu, menurut ahli psychocybernetics, Suhu Naga, Fatin berpeluang besar untuk menjadi juara.

"Dari eskalasi energi yang saya rasakan, peluang Fatin untuk menjuarai X Factor memang sangat besar. Auranya terlihat sekali, sangat mencolok pada Fatin," katanya ketika dihubungi oleh wartawan, Jumat (24/5/2013).

Namun, ia juga mengingatkan agar Fatin tidak memandang sebelah mata kemampuan Novita. Menurut Suhu Naga, akan ada kejutan yang diberikan oleh Novita.

Lain Suhu Naga, lain Regina "Idol" Ivanova. Menurutnya, Fatin memang memiliki faktor X, tapi masalah kualitas, Novita berada jauh di atas Fatin.

"Kalau X Factor, pasti Fatin yang menang karena punya faktor X. Suara kayak Fatin kan enggak ada di Indonesia. Kalau kualitas, jelas Novita Dewi yang menang," pendapat Regina, yang tidak memberi dukungan SMS atau telepon kepada siapa pun karena jagoannya, Shena Malsiana, telah tersingkir.

Pada pergelaran Grand Final X Factor Indonesia, akan tampil pula 11 finalis yang sudah gugur plus empat kontestan lain yang pernah mencuri perhatian dalam tahap audisi awal dengan faktor X yang mereka miliki.

Editor : Ati Kamil

Thursday, June 7, 2012

"Untuk Bertahan Harus Bikin Musik yang Bagus"

"Untuk Bertahan Harus Bikin Musik yang Bagus"

Namanya tengah hangat dibicarakan oleh pecinta musik Tanah Air. Bukan soal gosip ataupun sensasi, melainkan suara merdu dan parasnya yang terbilang cantik. Ya, penyanyi bernama lengkap Raisa Andriana ini memang sukses menginjakkan kaki di belantika musik Tanah Air lewat tembang andalan seperti Serba Salah dan Apalah (Arti Menunggu).

Kehadirannya sebagai penyanyi wanita di kancah musik Indonesia seolah memberikan angin segar di tengah fenomena boyband dan girlband. Lagu bertajuk Serba Salah yang diunggah ke laman musik You Tube, misalnya, dalam tempo singkat sudah ditonton lebih dari 400.000 kali.

Kesuksesan penyanyi yang menggemari lagu-lagu Brian McKnight ini tidak diraih dalam waktu singkat. Ia telah mengasah suara emasnya sejak masih duduk di bangku sekolah.

VIVAnews pun berkesempatan mewawancara Raisa belum lama ini.  Berikut petikan wawancara dengan penyanyi kelahiran 6 Juni 1990 ini selengkapnya:

Bisa diceritakan soal pembuatan album pertama Raisa?

Tahun 2009, baru rencana bikin album sama Asta (RAN), Handy dan Rio (Soulvibe). 2010 baru kita buat dan akhir tahun itu juga kita luncurkan single Serba Salah. Saat itu belum punya label. Kemudian awal Mei 2011, baru mengeluarkan album pertama.

Aku sama Asta sudah kenal dari tahun 2007, sebelum RAN mengeluarkan album. Pas tahun 2009, dia memikirkan next level jadi produser, dan aku juga sedang mencari jalan. Di situ kita ngobrol dan akhirnya berjodoh.

Dalam album pertama ini, tujuh dari sembilan lagu di dalamnya diciptakan oleh Raisa. Darimana biasanya Raisa mendapatkan inspirasi untuk menciptakan sebuah lagu?

Biasanya orang bikin lagu ketika patah hati. Kalau aku nggak. Menurut aku malah keenakan pria itu aku tulis jadi lagu. Inspirasi biasanya dapat dari cerita teman-teman, atau misalnya perasaan ketika bangun di pagi hari. Itu bisa dituangkan jadi sebuah lagu. Kebanyakan sih aku sama produser bikin cerita dahulu. Misalnya cewek-nya begini, atau cowok-nya begitu.

Sebelum mengeluarkan album, Raisa kerap mengunggah video tengah menyanyikan lagu-lagu milik penyanyi lain di You Tube.  Ada alasan khusus mengapa mengunggah video-video tersebut?

Kalau manggung kan aku harus memikirkan lagu yang disukai oleh penonton. Sementara aku lebih suka lagu-lagu zaman dahulu, tahun 1990-an. Untuk mengakali itu akhirnya aku upload video.

Hampir nggak ada lagu-lagu di daftar tangga lagu sekarang yang benar-benar selera aku. Aku suka Brian McKnight, Boyz II Men, dan Mariah Carey zaman dahulu. Aku nggak ada pilihan buat membawakan lagu-lagu itu ketika di atas panggung. Pastinya seorang musisi ada idealisme sendiri, misalnya ingin menyanyi  lagu dengan gaya seperti ini.

Apakah pernah menyangka video yang diunggah di You Tube mendapat sambutan cukup bagus?

Video aku yang menonton nggak terlalu banyak, sekitar 20.000. Aku kaget pas upload Serba Salah. Single aku sendiri itu yang justru dapat feedback bagus. Lebih dari 100.000 orang yang nonton.

Apa saja yang berubah dalam kehidupan Raisa saat ini, setelah semakin dikenal masyarakat?

Kalau dari pribadi nggak. Teman-teman aku masih sama, tim-tim aku memang dari awal bareng-bareng. Nggak ada berubah. Mungkin kalau sekarang aku bisa menyanyi buat lebih banyak orang. Beda rasanya kalau kita manggung menyanyikan lagu yang kita tulis sendiri dan orang nyanyi bareng. Itu rasanya luar biasa banget.

Untuk mengatasi jenuh biasanya kumpul dengan keluarga dan teman. Kalaupun pergi ke restoran biasanya cuma ngobrol sama teman. Aku bukan orang yang suka ke sana ke mari.

Bagaimana perasaan Raisa ketika lagu Could it Be dipakai sebagai soundtrack film Malaysia, Mantera?

Alhamdulillah mereka suka dengan lagu itu. Mereka datang langsung ke sini dan menanyakan soal lagu tersebut. Alhamdulillah sudah jodohnya. Nggak menyangka juga.

Apakah pernah terpikir untuk menjadi seorang diva musik di Tanah Air?

Diva itu apa dahulu definisinya. Diva bisa berarti orang yang tinggi banget dan sombong. Semua harus mengikuti cara dia. Diva juga bisa jadi orang yang punya skill bagus, berbakat, karier panjang. Kalau seperti itu aku mau. Tergantung definisi. Kalau aku berusaha menyanyi sebaik mungkin.

Apakah ada keinginan untuk menggelar konser tunggal?

Pasti. Aku ingin banget bisa show sendiri. Tapi belum bisa sekarang, mungkin akhir tahun. Persiapan harus matang karena aku nggak mau asal-asalan. Kalau sekarang manggung di acara harus mengikuti konsep yang sudah ada.

Kalau bikin sendiri itu kan konsep dari pikiran dan hati aku. Kalau aku konsepnya pasti lebih intimate dan minimalis.

Apa target Raisa di dunia musik?

Aku bukan nggak punya mimpi, tapi untuk saat ini lebih ke near future. Takutnya terlalu heboh banget, yang dekat nggak kena. Untuk near future bakal rilis album di luar Indonesia, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura. Pastinya aku juga bakal luncurin single baru dan aku berharap bisa lulus kuliah tahun ini.

Keinginan lain Raisa yang belum tercapai di luar musik?

Aku kuliah marketing international business. Aku ingin buka toko interior design.  Itu yang selalu ada dalam pikiran. Itu sebenarnya hobi dan tadinya aku mau ambil kuliah soal itu. Tapi akhirnya aku ambil bisnis karena bisa diaplikasikan ke macam-macam.

Saat ini musisi baru banyak bermunculan. Apa saja yang dilakukan Raisa agar tetap bisa bertahan di industri musik Tanah Air?

Aku sebenarnya berusaha untuk nggak fokus ke persaingan karena takutnya nggak fokus sama yang aku lakukan. Selain itu bisa bikin aku nggak orisinil. Di industri musik yang jelas untuk bisa bertahan harus bikin musik yang bagus terus dan nyanyi yang bagus. Setelah lulus nanti, aku akan les vokal untuk mengasah kemampuan aku. Menurut aku mengasah kemampuan ini yang lebih essential. (eh)

Sunday, May 20, 2012

The Beatles Melegenda, Paul McCartney: Saya Beruntung Sekali

The Beatles Melegenda, Paul McCartney: Saya Beruntung Sekali

Terbentuk sejak tahun 1962, grup band The Beatles telah menjadi legenda musik rock n roll. Namun, Paul McCartney mengaku masih tidak percaya dirinya jadi bagian dari The Beatles.

Dalam sebuah wawancara dengan Metro, Paul mengungkapkan memiliki rasa bangga berada dalam The Beatles. Bahkan hingga saat ini rasa itu belum hilang.

“Saya beruntung sekali, dan saya selalu punya rasa heran bisa bergabung di The Beatles. Saya selalu melihat buku George Harrison yang berjudul Living In The Material World yang ditulis oleh Martin Scorsese. Ketika membuka buku tersebut ada foto George yang diambil besama saya dan yang lainnya saat berada di pesawat terbang,” ujar Paul, seperti dilansir NME, Selasa (7/2/2012).

Lebih lanjut bassis The Beatles ini menambahkan, “Saya melihat diri saya lagi ke belakang, seperti ‘Ini sungguhan, saya pernah ada di The Beatles? Gila! Ini jelas pikiran yang sangat bodoh tapi aku bangga.”

Paul baru saja merilis sebuah album terbaru yang bertajuk "Kisses On The Bottom". Dalam album tersebut, terdapat dua buah lagu baru yang menunjukkan jiwa kekanak-kanakannya seperti My Valentine dan Only Our Hearts.
SET14 Band 'Bajak' Mantan Artis Charly

SET14 Band 'Bajak' Mantan Artis Charly

Nama SET14 Band beberapa waktu lalu sempat menjadi kontroversi karena dianggap mirip dengan Setia Band bentukan Charly Van Houten. Kini SET14 kembali membuat gebrakan dengan mengajak duet Citra Happy Lestari mantan artis Pangeran Cinta Manajemen (PCM).

Citra awalnya tergabung dalam grup Charly’s Angels yang berada dibawah naungan PCM. Namun, Citra memutuskan hengkang dari grup tersebut dan memilih untuk bersolo karir. Setelah bersolo karir, Citra pun dilirik oleh SET14 untuk berkolaborasi pada lagu “Separuh Hati” yang pernah dipopulerkan oleh Firman.

Namun Citra membantah jika kolaborasinya dengan SET14 adalah untuk menandingi dan membuktikan kepada Charly bahwa dirinya bisa berjalan sendiri.

“Enggak kok, justru aku awalnya malah enggak tahu kalau SET14 itu mereka ini. Aku pikir malah SET14 itu ya Charly itu. Banyak juga yang bilang kalau aku keluar dari Charly’s Angels ya untuk ini padahal enggak. Aku kolaborasi sama SET14 ya karena kita satu label,” terang Citra saat berbincang belum lama ini di Jakarta.

SET14 yang terdiri dari Barly (vokal), Ari (gitar), Andre (drum), Aldo (bass) dan Gigun (gitar) juga mengaku tidak tahu jika Citra dulunya pernah bergabung dengan PCM. Namun terlepas dari itu semua, yang terpenting bagi mereka adalah terus berkarya dibidang musik.

“Kita kenal sama Citra juga dari label dan akhirnya disatukan dengan kolaborasi ini. Sekarang udah enggak ada masalah apa-apa kok, yang penting adalah berkarya aja.

Baik SET14 dan Citra, keduanya pun berharap jika lagu tersebut bisa diterima oleh masyarakat.
Bikin Boyband, Yovie Widyanto Pantang Cuma Jual Tampang

Bikin Boyband, Yovie Widyanto Pantang Cuma Jual Tampang

Yovie Widyanto membentuk boyband yang diberi nama 5 Romeo. Namun, Yovie menjamin boyband bentukannya tak hanya jual ketampanan, tapi juga kualitas vokal yang bagus.

"Banyak yang ganteng, tapi enggak jugalah ya. Saya buktikan bahwa mereka ganteng tapi mereka juga punya suara yang bagus," kata Yovie saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Pentolan band Kahitna ini sadar dengan persaingan boyband yang sedang menjamur sekarang. Namun, musisi yang menggawangi Yovie and Nuno ini yakin 5 Romeo bisa berbuat banyak dan jadi yang terbaik.

"Di Indonesia banyak yang bagus-bagus. We are not the first, but we are the best. Saya memang bukan yang pertama, tapi saya ingin menyumbangkan sesuatu yang berbeda di Indonesia," tandasnya.

Proses pembentukan 5 Romeo ini berawal ketika Yovie bertemu dengan David Foster d Indonesia. Saat itu, Yovie kepincut dengan kemampuan vokal personel-personel 5 Romeo. Bahkan, Yovie memberikan lagu "Semenjak Ada Dirimu" miliknya untuk dibawakan 5 Romeo.

"Pertama kali saya buat 5 Romeo ketika saya ketemu David Foster tahun 2010. Akhirnya saya mencari audisi beberapa kota, dan baru kesampaian 1,5 tahun. Mereka ini sudah punya latar belakang sebagai vokalis. Mereka grup vokal dan enggak pakai koreografi. Tapi mereka harus berjuang untuk bisa berkoreografi," jelasnya. (rik)

Lady GaGa Vs Dangdut Koplo, Lebih Seronok Mana?

Lady GaGa Vs Dangdut Koplo, Lebih Seronok Mana?

Rencana kedatangan Lady GaGa untuk menggelar konser di Indonesia mendapat respon keras dari Front Pembela Islam atau FPI. Mereka menilai penyanyi tersebut membawa aliran setan, serta busana dan aksi panggung yang kerap ditampilkan Lady GaGa dinilai terlalu seksi.

Namun demikian banyak pihak yang berpendapat bahwa Lady GaGa sebenarnya hanya pekerja seni, dan tidak lebih seksi dari hiburan masyarakat yang telah mengakar di Indonesia, seperti dangdut koplo. Dangdut modern yang dimainkan satu grup musik atau orkes Melayu (OM), dengan biduanita yang kadang memiliki goyangan yang sensual.

Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan, seperti apakah aksi panggung dari Lady GaGa, dan seberapa jauh aksi panggung dari penyanyi dangdut koplo?

1. Aksi Panggung
Aksi panggung berupa penampilan live baik dengan koreografi, goyangan atau atraksi lain di atas panggung. Lady GaGa biasa mempersiapkan konsep yang bakal ia hadirkan di atas panggung, tampil atraktif di hadapan ribuan penonton dengan koreografi yang sudah tertata.

Sementara biduan dangdut koplo rata-rata memiliki kemampuan bergoyang yang menjadi ciri khas mereka. Proses improvisasi di atas panggung adalah faktor penunjang kesuksesan show mereka. Biduan juga punya pilihan untuk tampil seksi atau sekedar bergoyang biasa.

2. Kostum

Standar norma yang berbeda antara Indonesia dan Amerika memang menghadirkan gap tersendiri. Lady GaGa kerap tampil live dengan baju eksentrik, terbuka, atau bermodel bikini. Kostum tersebut masih bisa diterima oleh masyarakat Amerika, namun tampaknya bakal dipermasalahkan di Indonesia.

Untuk standar kostum, meski biduan dangdut koplo yang seksi kerap tampil dengan goyangan hot dan kostum mini, standar mereka masih bisa sejalan dengan masyarakat.

3. Interaksi Dengan Penonton: Tradisi Saweran
Terdapat perbedaan mendasar mengenai interaksi antara sang bintang dengan penonton. Dalam konser Lady GaGa, interaksi terjalin lewat komunikasi verbal, dan jarang ada penonton yang berada di atas panggung kala sang musisi tengah menggeber aksinya. Sementara itu, penonton dan biduan dangdut koplo jauh lebih intim.

Apalagi bila ada tradisi saweran, penonton seolah berlomba-lomba berdiri di atas panggung bersama sang biduan, menaburkan uang dan kadang menyelipkannya ke bagian tubuh sang penyanyi, dan biduan dangdut koplo biasanya bergoyang semakin panas kala uang mengalir.

Jika kita lihat dari beberapa sisi tersebut, apakah wajar jika konser Lady GaGa diprotes dengan alasan seksi, sementara ada tontonan yang jauh lebih seronok mengakar di masyarakat? Atau jika memang sepatutnya Lady GaGa tidak diperkenankan untuk konser di Indonesia, lalu apakah ada aksi dari ormas Islam tersebut untuk menanggulangi konser dangdut koplo? (kpl/sjw)