BANGKOK - Kekompakan menjadi fokus tim pelatih Indonesia dalam latihan perdana di Hipo Badminton Bangkok, Thailand, kemarin.
Latihan ini digelar agar para pemain bisa beradaptasi jelang tampil pada ajang Piala Thomas dan Uber 2018 di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei nanti. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti mengatakan, latihan yang digelar pada hari pertama sesuai dengan program pelatih.
Beberapa atlet yang tengah menjalankan ibadah puasa juga turut menjalani latihan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam. Susy mengungkapkan, para pemain tetap bisa menunaikan ibadah puasa asalkan bisa menjaga kondisi masing-masing. “Hari ini sebagian dari tim ada yang ikut puasa pertama.
Kami membebaskan, yang penting mereka tahu dan bisa menjaga kondisi sendiri. Mereka bukan anak kecil lagi, sudah lebih tahu keadaan masing-masing dan sudah terbiasa juga. Buat sebagian yang tidak puasa, hari ini kami latihan bersama. Kami perlu adaptasi dan penyesuaian serta untuk menjaga stamina,” ujarnya, kemarin.
Dalam latihan itu, para pemain tidak menjalani latihan terlalu berat. Setiap sektor melakukan sesi latihan masing-masing sesuai kebutuhan. Sektor tunggal fokus pada akurasi dan beberapa teknik di lapangan seperti akurasi pukulan dan latihan defend serang.
Sementara di sektor ganda juga melakukan rotasi pasangan untuk variasi latihan. Selain itu, Susy juga mengatakan seluruh timnya dalam kondisi baik. Berbagai kegiatan demi mempererat kekompakan terus dilakukan bersama. “Aura tim cukup oke, cukup bagus.
Kekompakan juga terus dijaga, makan bersama, latihan juga bersemangat. Meskipun hari ini puasa pertama, kami tetap saling dukunglah,” ucap Susy. Sementara itu, Hendra Setiawan dan Greysia Polii masing-masing didapuk menjadi kapten tim Thomas dan Uber Indonesia 2018.
Menjadi kapten, Hendra dan Greysia rupanya punya cara tersendiri untuk menyolidkan timnya. Hendra berharap bisa terus menjaga kekompakan dan memeliharanya selama berada di Bangkok. Pasalnya, kondisi itu merupakan yang paling penting jika ingin meraih hasil sukses.
“Untuk tim Thomas, saya rasa tidak banyak. Kami cuma memelihara kekompakan. Saya yakin dari pengalaman dua tahun lalu, tim sudah cukup solid dan kami tinggal memperbanyak sharing satu sama lainnya. Mungkin bisa dengan pergi makan bareng, warm up (pemanasan) bareng, itu sudah cukup bagi saya,” ujar Hendra.
Sementara itu, Greysia mempunyai cara berbeda dengan Hendra dalam menyatukan tim Uber. Ganda putri andalan Indonesia tersebut menilai tingkat emosional masing-masing atlet putri memiliki karakter yang berbeda. Jadi, dia harus lebih berhati-hati dalam berucap, karena itu menjadi hal penting yang perlu dijaganya.
“Karena kami putri semua, menurut saya, teknik dan fisik sudah siap. Yang perlu dijaga tinggal emosional feeling saja. Ya, namanya cewek jadi harus jaga perasaan, emosi, dan pikiran. Itu paling penting dan mencairkan suasana agar bisa lebih all out saat pertandingan,” ujar Greysia.
raikhul amar



