Showing posts with label National. Show all posts
Showing posts with label National. Show all posts

Friday, May 18, 2018

Ramadan dan Jihad Melawan Teror

Ramadan dan Jihad Melawan Teror


Umat Islam kembali memasuki bulan suci Ramadan. Sepekan men jelang Ramadan, publik Tanah Air dikejutkan dengan adanya aksi teror beruntun: teror Mako Brimob Depok, ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, di Sidoarjo, dan di Mapolrestabes Surabaya. 

Aksi biadab ini setidaknya merenggut nyawa 25 orang, baik dari pelaku maupun polisi dan masyarakat di lokasi kejadian. Keamanan dan kenyamanan warga menjadi terusik dan di - liputi kabut pekat rasa ke takutan, padahal dalam beribadah Ramadan sangat diperlukan kedamaian, ketenangan, dan kekhusyukan. Mengapa aksi keji yang tidak berperikemanusiaan itu terjadi lagi? Mengapa kejahatan kemanusiaan itu menghantui dan menakuti warga masyarakat dan bangsa menjelang bulan suci Ramadan? Bagaimana kita semua bersatu padu berjihad melawan aksi teror dan terorisme hingga ke akar-akarnya sekaligus mengungkap motif, siapa dalang dan aktor intelek - tual di balik semua perbuatan terkutuk itu? 

Kita semua tentu mengutuk dan prihatin dengan aksi teror yang telah merenggut banyak korban jiwa manusia tidak ber - dosa. Kutukan demi kutukan tentu tidaklah cukup karena hanya merupakan ekspresi ke - geraman kita atas aksi keke ras - an yang merusak sendi-sendi kemanusiaan, kebangsa an, dan peradaban. Kita perlu berpikir cerdas dan bertindak strategis dengan melibatkan segenap komponen bangsa: ulama, to - koh agama, tokoh masya rakat, pendidik, aparat penegak hu - kum, rakyat sipil, dalam men - cegah aksi serupa dan berjihad melawan teror, terorisme, dan ideologi radikal. 

Jihad kontraterorisme merupakan sebuah keharusan di tengah ancaman teror yang mengerikan dan berpotensi “mengadu domba” di antara warga bangsa yang plural dan multikultural ini. Bagi umat Islam, jihad melawan teror dan terorisme merupakan pang gil - an iman seperti jihad melawan penjajah dan penjajahan. Karena teror dan terorisme itu musuh bersama sekaligus mu suh semua agama. 

Akar Ideologi Radikal 

Ideologi radikal dan aksi kekerasan dengan teror tidak identik dan tidak boleh diatas namakan agama tertentu. Karena agama apa pun tidak ada yang mengajarkan teror dan terorisme. Semua agama meng ajarkan kasih sayang dan per - damaian abadi. Jika kemudian se - bagian kecil pemeluk agama itu berideo - logi radikal, ber halu - an keras, dan mengobarkan sema - ngat “masuk surga” melalui amaliyah istisyhadiyyah (peledakan bom bu - nuh diri untuk me - raih mati syahid), d a p a t dipastikan b a h w a pema haman semacam itu salah besar. Pe mahaman keliru dan sesat ini boleh jadi disebabkan cuci otak dan indoktrinasi yang me nyesatkan dengan janji “angin surga”. 

Munculnya ideologi radikal sungguh kompleks. Di satu segi penganut ideologi ini boleh jadi mengalami semacam keke - cewa a n dan keputusasaan berat terhadap sistem sosial politik yang ada. Pada saat yang sama, doktrin bahwa negara ini me makai sistem thaghut (kafir) membuat mereka me - rasa ber ada dalam situasi yang meng haruskan hijrah dari “negeri kafir” (dar al-kufri) me - nuju ne geri Islam (dar al-Islam). Spirit untuk berhijrah dan mengganti sistem peme rin - tahan dengan negeri “impian” mereka inilah yang menjadi salah satu akar ideologi radikal yang memosisi kan mereka harus terus ber juang dan berperang melawan sistem thaghut. 

Mereka memandang negara Pancasila dan sistem pe - merin tah an yang ada sebagai target untuk diperangi. Doktrin jihad yang luas, luwes, dan multidi mensi itu kemu - dian direduksi menjadi seka - dar qital (berperang). Dan qital yang mereka dam bakan ada - lah perang instan dan cepat untuk meng antarkan mereka masuk surga, tak peduli de - ngan meledakkan diri dan membunuh banyak orang tidak berdosa. Jadi salah satu akar ideologi terorisme adalah indoktrinasi dan reduksi ajar - an agama yang menyim pang, diperkuat dengan janji men - jadi syahid yang kompen sasi - nya adalah masuk surga dari - pada hidup di dunia men derita dan sengsara karena ber bagai persoalan sosial. 

Melurus kan Makna Jihad 

Konsep jihad sering kali dimaknai hanya sebagai bentuk perlawanan, tindakan konfron tatif atau perang suci, pada - hal misi profetik Nabi SAW adalah pem bumi an aga - ma per damai an dan kasih sayang, bukan ke kerasan, p e n i n d a s a n , teror isme, dan perang (QS Al- Anbiya [21]: 107) Secara seman - tik, jihad dapat di - maknai sebagai upaya mengerahkan segala ke - mam puan dengan penuh kesungguhan dalam rangka menghadapi dan meng atasi ke - sulitan, kesukar - an, dan tantangan kehidupan. Al- Ashfahany (w. 502) me maknai jihad sebagai “mengerahkan daya upaya untuk me nangkis serangan dan meng - hadapi musuh yang tidak tam pak seperti hawa nafsu dan setan dan musuh yang tampak seperti orang kafir dan musyrik. 

Oleh karena itu, menurut Ibn al-Qayyim, jihad melawan diri sendiri (jihad an-nafs) itu merupakan jihad terbesar dan terberat bila dibandingkan de - ngan jihad melawan setan, orang-orang kafir, musyrik, dan orang munafik. Sebab musuh yang dihadapi adalah diri sen diri yang tidak kasatmata, se dang - kan jihad melawan musuh-mu - suh Islam itu dapat dilihat de - ngan jelas. Pada saat yang sama, dalam diri manusia terdapat jiwa kebinatangan yang cenderung memengaruhinya untuk memperturutkan hawa nafsunya. Jika jiwa kemanusiaan (alnafsal- insaniyyah) itutidakmam - pumengatasijiwake binatang an - nya, hidup manusia akan selalu dijajah oleh hawa nafsunya. 

Yang paling ber bahaya adalah orang yang men jadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. “Tahukah engkau orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan - nya? Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS al-Furqan [25]: 43). Jika hawa nafsu dipertuhankan, yang bersangkutan itu tidak lebih dari budak nafsu. Allah mensyariatkan puasa Ramadan antara lain agar mus - lim selalu waspada dan ber sikap hati-hati terhadap musuh yang ada dalam diri sendiri. Karena itu Nabi SAW pernah menyatakan bahwa “puasa itu perisai” (HR Muslim). Dengan demikian perisai paling kuat adalah jihad melawan musuh dalam diri sendiri dan godaan setan. Jihad melawan hawa nafsu angkara murka dalam bentuk menahan diri untuk tidak me - neror dan bertindak kekerasan idealnya diaktualisasi sehingga umat Islam tidak terjebak da - lam rutinitas puasa tanpa mak - na. 

Karena itu jihad melawan teror dan terorisme harus men - jadi komitmen dan agenda para shaimin dengan mengembangkan sikap toleran, menerima perbedaan, menghargai dan berempati terhadap nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT dan kepada sesama. Aktualisasi jihad melawan teror dan terorisme diwujud kan dengan menunjukkan sikap harmoni, damai, terbuka, dialogis, dan bertindak penuh kearifan serta menjauhkan diri dari penjajahan hawa nafsu yang menyesatkan dengan aksi teror. 

Melalui puasa lahir batin atau puasa holistis, umat Islam dapat meraih tujuan puasa, ya itu menjadi orang yang ber takwa secara autentik (QS Al-Baqarah [2]:183): takut kepada azab Allah jika membunuh manusia tak berdosa, takut tidak masuk surga jika merusak tatanan kehidupan dengan ke kerasan, dan takut tidak mem peroleh rahmat dan ampunannya karena tidak meneladani sifat dan nama baik Allah (Al-Asma’ al-Husna): Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Damai dan Pemberi keselamatan. 

Puasa fisikal (tidak makan, tidak minum, tidak ber hubungan suami-istri) harus ditransformasi menjadi puasa liberatiftransformatif (yang mem bebaskan dan bervisi per ubah an positif) dari “penjara hawa nafsu” menuju muslim yang sukses memuasakanpanca indera, lisan, hati, dan pikir an nya sehingga menjadi lulusan pendidikan Ramadan yang berkarakter takwa dengan me nebarkan ajaran kasih sayang, cinta damai, dan antikekerasan dan terorisme.

Jihad sejati me lalui pendidikan Ramadan su dah semestinya menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan kehidupan damai, rukun, toleran, dan saling meng - hargai perbedaan, sekaligus meme rangi teror dan terorisme yang memang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, ke - ma nusiaan, dan persatuan kebangsaan. 

Muhbib Abdul Wahab
Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ 
BI Naikkan Suku Bunga Acuan

BI Naikkan Suku Bunga Acuan


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,50%. Keputusan mengubah suku bunga acuan itu diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16-17 Mei 2018. 

Kebijakan tersebut ditempuh se - ba gai bagian dari bauran kebijakan BI un tuk menjaga stabilitas pe r ekono mian di te ngah berlanjutnya pe - ning kat an ke ti dak pastian pasar ke - uang an du nia dan pe nurunan li kui - di tas glo bal. Selain me n ai k kan BI 7- Day Re verse Repo Rate, BI ju ga menaik kan su ku bunga deposit fac i l ity se besar 25 bps menjadi 3,75% dan su ku bunga lending facility sebesar 25 bps men jadi 5,25%, berlaku efektif se jak 18 Mei 2018. Gubernur BI Agus DW Martowardo jo me ngatakan, BI juga me lan jutkan upa ya sta bilisasi nilai tukar rupiah sesuai de ngan kondisi fundamen t al nya de ngan te tap mendorong be ker janya mekanisme pasar. 

“Kebijakan ter se but di topang oleh pelak sanaan operasi moneter yang di arah kan untuk men jaga ke cukupan li kui di tas baik di pasar valas maupun pa sar uang,” ujar Agus di Ja kar ta kemarin. BI masih memandang optimistis kon disi perekonomian, baik di level glo bal maupun domestik. Dia mem per ki ra kan pertumbuhan eko nomi glo bal 2018 juga se makin baik mes ki pun di saat bersamaan se dang ber lang sung pro ses pe nyesuai an likui di tas global. Menurut dia, pertumbuhan eko - no mi global 2018 akan men capai 3,9%, lebih ting gi dari pra kiraan sebe lum nya se be sar 3,8%. Kon disi ini ter ja di karena di do rong ak selerasi eko nomi AS yang ber sum ber da ri penguatan investasi dan konsumsi di te ngah berlanjutnya nor malisasi ke bi jakan mo neter AS. 

“Ada - pun per tum buh an eko nomi Indonesia pada kuartal I 2018 tetap kuat di dukung oleh permin taan domes tik,” ujarnya. Lebih jauh mantan Dirut Bank Man diri itu memaparkan, pertumbuhan PDB kuartal I 2018 tercatat 5,06% (yoy), le bih tinggi bila dibandingkan de ngan pe riode yang sama tahun sebelumnya se besar 5,01% (yoy). Hal ini ditopang in ves tasi yang naik dan konsum si swasta yang tetap kuat. Ke depan BI mem per ki ra kan pertum buhan ekonomi 2018 te tap ber ada pada kisaran 5,1-5,5%. Adapun Deputi Gubernur Se nior BI Mirza Adityaswara me nambahkan, nilai tukar rupiah mengalami depresiasi pada kuartal I 2018, dipicu p enguat an dolar AS yang terjadi da lam skala global. Secara pointto- point, rupiah me le mah se besar 1,47% pada kuar tal I 2018 dan 1,06% pada April 2018. 

Mirza mengungkapkan, per kembangan nilai tukar rupiah masih terkendali, di topang oleh fundamental eko nomi Indonesia yang terjaga dan lang kah stabilisasi secara terukur yang ditempuh BI. Me nurut dia, langkah stabilisasi nilai tu kar rupiah di periode pe nyesuaian likuiditas global ini juga di topang upaya meng op ti malkan instrumen operasi moneter untuk tetap menjaga ke terse diaan likuiditas. “Ke depan BI terus me waspa dai risiko ketidakpastian pa - sar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar se suai de ngan nilai fun da men tal nya ser ta menjaga b e ker ja nya meka nisme pasar dan di du kung upaya-upaya pengem bang an pa sar keuangan,” tan das dia. 

Di samping itu BI juga menerap kan kebijakan ma kro prudensial, di antaranya de ngan te tap mem pertahankan coun ter cyclical capital buffer (CCB) se be sar 0% un tuk me n ja ga stabilitas sis tem ke uangan dan men do rong fungsi intermediasi perbankan. Koordinasi kebijakan d engan pemerintah dan otoritas ter kait terus diperkuat untuk men jaga stabilitas ma kro ekonomi dan sistem keuangan sert a memperkuat implementasi re formasi struktural. BI juga me mandang bauran kebijakan yang telah ditempuh se be lumnya dan respons saat ini kon sisten dengan upaya menjaga infla si agar tetap berada dalam kisaran sasaran 3,5±1% pada 2018 dan 2019 serta me nge lola ketahanan sektor eksternal. 

“Ke depan BI akan terus me - mo nitor perkembangan eko nomi dan siap menempuh lang kahlang kah yang lebih kuat gu na me - mas tikan tetap ter ja ga nya sta bi - li tas ma kro eko nomi,” imbuh dia. Peneliti Ins titute for De velop ment of Eco n omics and Finance (I n def) Bhima Yu dhistira Adhi ne gara mengatakan, fak tor yang men dorong BI menaik kan b u nga acuan adalah ka rena c a dang an devisa terus ter kuras un tuk stabilisasi nilai tu kar ru piah. Sejak awal 2018, ca dang an devisa sudah ter gerus se ki tar USD7 miliar. “Angka ini dikhawatirkan akan terus bertambah seiring pe lemahan nilai tukar rupiah,” kata Bhima saat dihubungi kemarin. 

Dengan naiknya bu - nga acuan 25 bps, dana asing di - harapkan bisa tertahan dan ti - dak melanjutkan outflow.Dia me maparkan, sejak awal tahun in vestor asing terus me la ku - kan penjualan bersih saham (net sales)Rp39 triliun. Bhi ma mengakui, awalnya dia ber h a rap bunga acuan naik sampai 50 bps karena langkah BI kalau ha nya menaikkan su - ku bunga 25 bps sebenarnya cu kup te r lam bat. Dalam pandang annya, ka l au hanya 25 bps, efek ke ru piah hanya te rapre siasi Rp100-200 per USD se hingga kurs be sok hanya menguat ke Rp13.800-13.900, belum kem bali ke titik fun damen t al Rp13.500. Dia kemudian mem pre diksi, tahun ini BI akan menaikkan 2-3 kali lagi bunga acuan me n - ja di 4,75-5%. 

“Namun yang per lu dicermati bulan Juni nan ti, akan ada rapat FOMC di ma na The Fed sangat mungkin me naikkan bunga acuan yang ke dua kali. Juni depan ha rapan nya BI bisa merespons dengan menaikkan bunga acuan la gi karena investor biasanya ber spekulasi dan bisa me lemah kan rupiah,” paparnya. Direktur Riset Center of Refor m on Economics (Core) In done sia Pieter Abdullah R e dja lam me nilai, kenaikan suku bu nga acu an tersebut memang su dah di tunggu pasar di te ngah kuatnya capital outflow yang ditandai pe nurunan IHSG kenaikan yield SBN serta pe lemahan rupiah. 

Menurut dia, tujuan k enaik an suku bu nga acuan ini ada lah sta bilisasi dengan tetap men ja ga besarnya interest rate dif fe ren tial setelah The Fed menaik kan su ku bunga acuan pa - da Maret yang lalu diikuti kenaik an suku bu nga di banyak ne ga ra. “Ke naik an suku bunga ini di per ki ra kan tidak sekali ini saja selama ta hun ini karena The Fed akan me lanjutkan ke - bi jakan nor ma li sasi dengan me naikkan suku bu nga 2-3 kali lagi,” paparnya saat dihubungi. Le bih lanjut dia me nu tur - kan, de ngan kenaikan 25 bps ini BI ma sih punya ruang untuk ke - naik an lebih lanjut mengikuti ke naikan suku bunga The Fed. Peng amat ekonomi ADB Ins ti - tute Eric Alexander Sugandi me - man dang, pertimbangan uta - ma kenaikan suku bunga ini adalah untuk memberikan si nyal ke pelaku pasar finansial bah wa BI siap mengambil langkah-langkah untuk mem per ta hankan ru piah di tengah ca pital outflow ka rena faktor eks ternal (ter uta - ma kenaikan su ku bunga AS dan yield US Treasury). 

“Kenaikan BI 7 - Day Repo Rate ini dimungkinkan karena inflasi re latif terkendali. Selain itu kenaik an sebesar 25 bps ju ga tidak meng ganggu per tum buh an eko nomi karena magni tu donya kec il,” kata dia saat dihubungi. 

Kunthi fahmar sandy 

Saturday, May 12, 2018

Para Perempuan Hebat Berbagi Tips di Indonesia Women Leaders

Para Perempuan Hebat Berbagi Tips di Indonesia Women Leaders

Indonesia Woman Leaders 2

JAKARTA - Sebanyak 11 tokoh perempuan mendapat penghargaan Indonesia Women Leaders 2018 oleh Majalah SINDO Weekly. 

Penghargaan diberikan dalam acara Womens Talk & Awarding: Indonesia Women Leaders 2018 di Auditorium Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Jumat (11/5/2018). (Baca juga: Menginspirasi Perempuan lewat Indonesia Women Leaders 208)

Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany merupakan salah satu penerima penghargaan tersebut. Dalam acara tersebut, Airin pun memaparkan pandangannya tentang perempuan dan kepemimpinan. 

Menurut dia, jiwa kepemimpinan dapat lahir saat perempuan menyadari dan memaksimalkan potensi dirinya. 

"Jangan melihat sudut pandang kalau wanita itu lemah, kita juga punya banyak kelebihan. Kita dapat melakukan segalanya, bisa menjadi mitra dan sahabat serta menjadi seorang ibu," kata Ketua Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) itu.



Sementara itu Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani yang juga mendapat penghargaan mengatakan, perempuan harus mampu mengenal dirinya sendirinya. 

Dengan mengenali diri sendiri, kata dia, perempuan akan mengetahui keinginannya di masa mendatang. "Kenali diri sendiri, setelah itu kenali medannya. Setelah masuk dan tahu medannya kita baru bisa buat strategi," kata Indah.

Penerima penghargaan lainnya, Direktur PT PT Shariah Multifinance Astra, Rina Apriana menegaskan perbedaan gender bukan penghalang perempuan untuk mewujudkan cita-citanya, termasuk menjadi pemimpin. 

Menurut dia, terwujud atau tidaknya cita-cita ditentukan dari dalam diri sendiri. "Yang menentukan kita sendiri mati langkah atau surut langkah harus bisa sesuai kemampuan kita. Kita ini bisa semuanya lho. Kita ini lebih detail, lebih cerewet, lebih kritis, multitasking, bisa di selesaikan salam waktu. Kita harus percaya diri dengan hal itu," tuturnya.

(dam)
Mengispirasi Banyak Orang, Jokowi dan TGB Dapat Penghargaan

Mengispirasi Banyak Orang, Jokowi dan TGB Dapat Penghargaan

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB)
 Muhammad Zainul Majdi mendapat penghargaan sebagai
tokoh inspirasi dari Majalah Infobank

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendapat penghargaan sebagai tokoh inspirasi. TGB dan Jokowi dapat penghargaan dari Majalah Infobank yang bertajuk Top 10 Most Outstanding People 2018.

Pemimpin Majalah Infobank, Eko B Supriyanto mengatakan, tidak hanya berlatarbelakang perbankan, penghargaan itu juga diberikan kepada cendikiawan, dokter dan jurnalis yang mengispirasi banyak orang. Pemberian penghargaan ini merupakan yang kedua, pertama kali diberikan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang saat itu meninggalkan Indonesia karena menjadi petinggi World Bank.

"Saat itu hanya satu orang, namun tahun ini kami berikan kepada 10 tokoh yang kami anggap menginspirasi," kata Eko di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Untuk tahun 2018, penghargaan tak hanya diberikan kepada bankir atau tokoh di sektor ekonomi. Eko mengatakan, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh dengan latar belakang beragam.

Untuk kepentingan pemberian penghargaan ini, Majalah Infobank telah melakukan riset selama 10 tahun. Hal itu, kata Eko, dilakukan demi menjaga kualitas penjurian.

"Mari kita tingkatkan pemberian penghargaan tanpa memandang suku, ras, dan perbedaan agama. Ini sumbangsih Infobank bagi Indonesia," kata Eko.

Berikut nama 10 tokoh penerima penghargaan dari Majalah Infobank:

1. Nadiem Makarim - CEO Go-Jek
2. Maximus Tipagau - Tokoh Papua
3. Muhammad Zainul Majdi - Gubernur NTB
4. Dokter Terwan - Kepala RSPAD Gatot Subroto
5. Karni Ilyas - Jurnalis senior
6. Djohan Emir Setijoso - Komisaris BCA
7. Ahmad Syafii Maarif - Cendikiawan muslim
8. Agus DW Martowardoyo - Gubernur BI
9. Boediono - Ekonom senior
10. Joko Widodo - Presiden RI.

(mhd)
Indonesia Bantu Damaikan Afganistan

Indonesia Bantu Damaikan Afganistan

Indonesia Bantu Damaikan Afganistan

BOGOR - Sejumlah ulama dari Afganistan, Pakistan, dan Indonesia mengikuti konferensi ulama trilateral yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin. 

Konferensi yang dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini merupakan wujud dari komitmen Indonesia (RI) membantu perdamaian di Afganistan. Pertemuan para ulama dari tiga negara besar yang mewakili lebih dari 488 juta populasi umat Islam dunia ini digelar untuk mewujudkan perdamaian dan solidaritas di Afganistan. 

Dalam sambutan Jokowi mengatakan bahwa konferensi ulama trilateral ini digelar sebagai tindak lanjut dari usulan Presiden Afganistan Ashraf Ghani agar Indonesia turut mendorong terwujudnya perdamaian di negeri yang terus dirundung konflik tersebut. 

“Dalam kurun sembilan bulan, saya dua kali bertemu Presiden Ghani di Jakarta dan Kabul. Saya menyambut hangat undangan Presiden Ashraf Ghani agar Indonesia turut mendorong perdamaian, peace building di Afganistan,” ujarnya. 

Selain itu, Indonesia-Afganistan juga melakukan kerja sama bidang ekonomi, kepolisian, antinarkoba, dan pendidikan. 

Jokowi menegaskan komitmen Indonesia untuk ambil bagian dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Afganistan salah satunya ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dalam pertemuan Kabul Peace Process pada Februari lalu. 

“Saya juga berkomunikasi dengan Presiden Pakistan Mamnun Hussain serta Perdana Menteri Abbasi dalam kunjungan saya ke Islamabad. Pakistan adalah negara tetangga yang penting dan berperan di kawasan. Alhamdulillah, Pakistan menyambut baik komitmen dan upaya Indonesia membantu peace building di Afganistan,” kata Jokowi. 

Pemerintah Indonesia, lanjut Presiden, menyadari ulama turut memegang peranan penting dalam mendorong perdamaian di Afganistan. Karena itu, melalui pertemuan ini Indonesia memfasilitasi peran konstruktif dari para ulama untuk menyampaikan pesan perdamaian di Afganistan. 

“Pertemuan trilateral ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya Indonesia untuk mengedepankan peran para ulama. Indonesia sungguh merasa terhormat mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah,” paparnya. Pertemuan ini diikuti 19 ulama dari Afganistan, 17 ulama dari Pakistan, dan 17 ulama dari Indonesia. 

Jokowi berharap pertemuan trilateral ini dapat memberikan kontribusi konkret bagi perdamaian di Afganistan. “Melalui suara ulama, khususnya dari Afganistan, Pakistan, dan Indonesia, kiranya semangat ukhuwah untuk perdamaian di Afganistan dapat diperkuat,” harapnya. 

Presiden Jokowi menyadari bahwa upaya perdamaian di Afganistan tidak mudah. Namun, sebagai orang beriman harus meyakini adanya pertolongan Allah. Karenanya, dia meminta seluruh pihak untuk tidak memadamkan semangat perdamaian. “Di sinilah peran kunci para ulama dalam menjaga momentum dan optimisme umat dalam perdamaian,” tuturnya. 

Sementara itu, Wapres Ju suf Kalla, saat menutup konferensi ulama trilateral berharap pertemuan tersebut diharapkan dapat membawa keberkahan dalam mewujudkan perdamaian di Afganistan. 

“Bogor ini terkenal sebagai kota hujan. Umat Islam meyakini hujan adalah berkah. Semoga pertemuan ini menjadi berkah yang tercurah bagi kita semua,” katanya. Pertemuan yang dibuka Presiden Jokowi itu menyepakati adanya pesan perdamaian yang bertajuk Bogor Ulama Declaration of Peace.



Deklarasi dibacakan oleh perwakilan ulama dari Indonesia Quraish Shihab, perwakilan Afganistan Ataulah Lodin, dan per wakilan Pakistan Qibla Ayaz. Menurut JK, pesan perdamaian yang dituangkan dalam deklarasi tersebut berisikan pandangan para ulama tentang pentingnya perdamaian yang diajarkan di dalam Alquran. 

“Berisi pandangan tiga ulama dari tiga negara tentang perdamaian. Bogor Ulama Declaration of Peace juga menjadi catatan dukungan sejarah untuk kontribusi ulama bagi perdamaian, karena itu Bogor Ulama Declaration of Peace sangat bermakna bagi seluruh umat Islam dalam upaya mencipta kan perdamaian dan stabilitas khususnya di Afganistan,” ungkapnya. 

JK menyatakan bahwa tujuan akhir yang ingin dicapai adalah perdamaian antara Peme rintah Afganistan dengan Taliban. Konferensi ini adalah langkah awal mendorong mereka duduk bersama-sama duduk berunding dan berdialog untuk mencapai perdamaian. (Dita Angga) 

Koran Sindo
Pansus RUU Antiterorisme Pelajari Insiden Mako Brimob

Pansus RUU Antiterorisme Pelajari Insiden Mako Brimob


JAKARTA - Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-Undang Nomor 15/2003 tentang Tindak Pidana Terorisme (RUU Anti-Terorisme) Supiadin Aries Saputra mengatakan, pansus tidak membahas dimana napi ditahan, tapi bagaimana mengantisipasi terorisme, bagaimana penindakan terorisme dan rehabilitasi pascaterorisme. 

Pasal Guantanamo (penjara khusus teroris) usulan pemerintah pun sudah dihapus. “Jadi penempatan tahanan atau narapidana harus sesuai dengan KUHAP,” kata Supiadin.

Namun demikian, menurut dia, dalam kasus kerusuhan dan penyanderaan di Mako Brimob ada banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran. Antara lain, napi terorisme merupakan napi khusus dan bukan pelaku kriminal biasa, maka penempatannya harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan aparat dalam pengawasan dan sudah harus diantisipasi dari kemungkinan terjadinya krisis seperti kemarin. 

“Sehingga, jika terjadi seperti itu lagi bisa langsung diantisipasi, bagaimana Polri bisa mengantisipasi masuknya mereka ke gudang senjata dan membunuh petugas,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPR ini mengungkapkan di sel penahanan seharusnya dibuat brikade atau pagar berlapis sehingga jika terjadi kerusuhan para napiter tidak bisa menerobos. Namun, Supiadin mengaku heran kenapa di rutan Mako Brimob terdapat penahanan napiter dan jumlahnya mencapai 155 orang. 

Padahal sesuai ketentuan perundang-undangan, napi itu tidak bisa dimasukkan ke rutan. Dia kaget karena dengan mudahnya para napiter merampas senjata dan membobol gudang senjata. Napi teroris itu memang luar biasa berbahaya, pengamanan harus berlapis karena begitu ada peluang mereka berubah perilakunya selayaknya teroris.

“Dan napi teroris tidak boleh ditempatkan lama di satu tempat, harus dirolling. Jika lama di satu tempat dengan pasti akan mempelajari situasi di situ, bagaimana kondisi teralis, ruang tahanan, pintu-pintu keluar masuk, dinding. Namanya ditahan ada keinginan bebas kan,” tuturnya.

Karena itu, kata Supiadin, Pansus RUU Anti-Terorisme akan mencoba membahas mengenai insiden di Mako Brimob meskipun, pembahasan RUU sudah hampir selesai. “Kita akan coba, kita akan angkat dan bahas,” tandasnya.

Sementara itu, napiter dari Mako Brimob Depok telah menempati tiga Lapas di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah yakni Lapas Pasir, Lapas Batu dan Lapas Besi. Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ade Kusmanto menjelaskan, narapidana kasus terorisme dari Mako Brimob sudah masuk daftar untuk dipindahkan. 

"Masih mempertimbangkan hasil assessment risiko dan kebutuhan, mana yang harus ditempatkan di Lapas high risk dan siapa saja yang bisa ditempatkan di lapas-lapas lainnya," katanya.

Ade mengungkapkan bahwa narapidana kasus terorisme tidak hanya menempati Rutan Mako Brimob Depok, tetapi tersebar di 108 Lapas dan satu Rutan dan jumlahnya 270 orang. 

"Ternyata selama di dalam Lapas, mereka yang merupakan tokoh atau otak teroris selalu memengaruhi beberapa napi umum untuk bergabung dengan kelompoknya atau mengendalikan, membuat permufakatan sesama napi teroris tanpa sepengetahuan petugas. Hal ini berbahaya karena bisa menyebarkan faham radikal," paparnya.

Guna mencegah penyebaraan faham radikal di dalam Lapas, pemerintah membangun lembaga pemasyarakatan khusus untuk narapidana kasus terorisme yang masuk kategori berisiko tinggi di Nusakambangan.

"Ini biasanya berlaku untuk para tokohnya. Tapi ada juga yang sudah kembali ke NKRI, seperti Umar Patek di Lapas porong Jatim. Sudah mau mengibarkan Bendera Merah Putih, serta aktif dalam pembinaan kepribadian dan kemandirian di dalam Lapas Porong," ungkapnya.

Ade mengatakan mayoritas narapidana perkara terorisme yang masih kuat fahamnya cenderung mengasingkan diri, menutup diri, dan tidak mau menyatu dengan narapidana lainnya. 

Beribadah kata dia tidak mau bergabung dengan orang lain yang bukan kelompoknya. Mereka menganggap orang lain (menyembah) thogut (sembahan selain Allah SWT), sehingga memberikan pembinaan kepada kelompok radikal tidak mudah. (Kiswondari/ant)
Syafii Maarif Sebut Insiden Mako Brimob Cermin Pelecehan Pancasila

Syafii Maarif Sebut Insiden Mako Brimob Cermin Pelecehan Pancasila


JAKARTA - Cendekiawan muslim Indonesia, Ahmad Syafii Maarif mengapresiasi seluruh perkembangan dan kemajuan di berbagai bidang yang telah dicapai Indonesia. 

Namun demikian, di balik kemajuan yang telah dicapai itu, tersimpan keprihatinan mendalam terkait pengamalan Pancasila oleh warga negara.

Dalam acara Executive Lecture bertema Membangun Stabilitas, Kerukunan, dan Kemajuan Bangsa yang diselenggarakan Majalah Infobank, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (11/5/2018), Syafii menyoroti pengamalan sila kedua dan kelima Pancasila. 

Menurut dia, nilai luhur Pancasila terutama sila kedua dan kelima ini masih jauh di awang-awang. "Terutama sila kemanusiaan yang adil dan beradab, ini dilecehkan dalam insiden Mako Brimob. Ada manusia yang membacok, membunuh, dengan atas nama Tuhan. Ini biadab. Ini terjadi di tengah kemajuan," kata Syafii.

Syafii mengatakan, insiden di Mako Brimob yang memakan korban jiwa merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Menurut dia, teror tidak dibenarkan oleh agama manapun termasuk Islam.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini pun mendorong adanya peninjauan ulang terhadap kajian Islam. Indonesia, kata dia, harus memelopori perumusan Islam yang ramah, Islam yang rahmatan lil alamin.

"Kajian Islam harus ditinjau ulang. Karena banyak penafsir yang berlapis-lapis. Masa iya ada yang ingin Islam jadi ISIS, jadi Boko Haram. Itu kelakuan yang jauh daripada yang dikehendaki agama," kata Syafii.

(dam)

Monday, April 16, 2018

Prabowo Diberitakan Minta 7 Kursi Kabinet jika Jadi Cawapres Jokowi, Gerindra Sebut Hoaks

Prabowo Diberitakan Minta 7 Kursi Kabinet jika Jadi Cawapres Jokowi, Gerindra Sebut Hoaks

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo dikabarkan berupaya menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk dijadikan calon wakil presiden pendampingnya pada pemilihan presiden mendatang atau Pilpres 2019. 

Sejumlah pihak mengkonfirmasi kabar tersebut, salah satunya adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy atau Romy. Menurut Romy, Jokowi dua kali melakukan penjajakan untuk menggandeng Prabowo. 

Romy menjelaskan, upaya menduetkan Jokowi-Prabowo dilakukan untuk menjaga persatuan bangsa. Potensi perpecahan yang makin terlihat saat Pilkada DKI Jakarta 2017, dapat kembali muncul jika Jokowi berhadapan dengan Prabowo. 


Adapun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan disebut sebagai salah satu orang yang berusaha mendekatkan Jokowi dengan Prabowo. Salah satu pertemuan dilakukan di Jakarta pada 6 April lalu. 


Wartawan Selandia Baru yang pernah bertugas di Indonesia, John McBeth, mengungkap pertemuan yang terjadi di salah satu restoran Jepang di Hotel Grand Hyatt tersebut. 


Dalam pertemuan, Prabowo diberitakan mempertimbangkan untuk menjadi cawapres jika pihak Jokowi memenuhi permintaannya. 

Dilansir dari Asia Times yang tayang Minggu (15/4/2018), McBeth menulis bahwa Prabowo bersedia jika diberi peran untuk mengendalikan militer dan tujuh kursi di kabinet mendatang. Menanggapi permintaan Prabowo, tulis McBeth, Luhut tampak keberatan. 

Dalam tulisan itu, McBeth tidak menjelaskan peran apa yang diinginkan Prabowo dan jatah menteri apa yang diinginkan. 

Luhut Binsar Pandjaitan enggan memberikan komentar saat ditanya Kompas.com di Istana Kepresidenan hari ini. 

Namun sebelumnya, Luhut tidak menampik ada pembicaraan mengenai Pilpres 2019 saat bertemu Prabowo. Pertemuan juga dilakukan bukan dalam kapasitas sebagai "utusan Jokowi".

Luhut tidak mengungkapkan secara mendetail karena banyak hal yang dibahas, mulai hal ringan hingga persoalan kenegaraan. 

"Kami bicara macam-macam yang lucu-lucu. Kami bicara yang penting, bagaimana negara ini baik," ujar Luhut, saat ditemui 8 April silam. 

Luhut juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu Prabowo mengaku menimbang dengan cermat sebelum memutuskan maju sebagai capres. 

"Beliau masih menghitung dengan cermat, kapan mau melakukan deklarasi, biar aja, kalaupun beliau mau maju saya kira bagus," kata Luhut. 

Gerindra bantah 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah informasi yang disampaikan John McBeth. Menurut Fadli, pertemuan Prabowo dengan Luhut Pandjaitan merupakan pertemuan biasa, yang membicarakan persoalan kelapa sawit. 

"Karena kelapa sawit kita di-banned atau dipersulit di Eropa. Pak Prabowo kan punya kawan-kawan yang mempunyai lobi yang baik di Eropa," ujar Fadli Zon saat ditemui di Gedung DPR, Senin. 

Fadli Zon tidak membantah jika ada pembicaraan Prabowo dengan Luhut terkait Pilpres 2019. Akan tetapi, Fadli membantah bahwa Prabowo memberikan persyaratan tertentu jika menjadi cawapres Jokowi. 

"Pak Prabowo menyatakan maju kepada Pak Luhut. Jadi pembicaraan tentang itu (persyaratan jadi cawapres Jokowi), tentu saja tidak ada," ujar Fadli. 

Hal senada disampaikan Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade. Andre menilai kabar yang menyebutkan Prabowo mengajukan persyaratan jika menjadi cawapres Jokowi sebagai berita bohong. 


"Itu hoax, lah," kata Andre saat dihubungi Kompas.com, Senin. "Pertemuan biasa, kan sudah ada di berbagai media. Itu silaturahim, sahabat lama," ujar dia.



Penulis : Bayu Galih
Ini Tiket KA Tambahan Mudik Lebaran yang Masih Tersedia

Ini Tiket KA Tambahan Mudik Lebaran yang Masih Tersedia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjualan tiket kereta api tambahan untuk Lebaran 2018 yang dimulai hari ini, disambut antusiasme para calon pemudik. Hal itu terbukti untuk semua tiket KA tambahan pemberangkatan ke beberapa tempat dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir terjual habis.

Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo mengatakan meski banyak yangterjual habis ada beberapa yang masih tersedia. "KA tambahan lebaran pemberangkatan Stasiun Gambir masih ada yang tersedia untuk beberapa tujuan kalau dilihat dari data per hari ini," katanya kepada Republika.co.id, Senin (16/4).

Edy menjelaskan, tiket KA tambahan dengan tujuan Bandung, Cirebon, Tegal, Semarang dan Yogyakarta dari Stasiun Gambir masih tersedia. Begitu juga dengan pemberangkatan dari Stasiun Gambir menuju Solo, Surabaya, Pasar Turi, dan Malang masih tersedia. Namun, tiket tersebut hanya tinggal tersisa untuk pemberangkatan tanggal tertentu saja.

"Untuk tujuan kota-kota tersebut masih tersedia dari tanggal 8 sampai 11 Juni 2018," ucap Edy.

Sebelumnya, tiket KA tambahan dan reguler sudah terjual habis untuk pemberangkatan 8-16 Juni 2018 dari Stasiun Pasar Senen. Begitu juga KA tambahan dan reguler dari Stasiun Gambir untuk pemberangkatan 12-14 Juni 2018 sudah habis.

KAI menyediakan 23.752 kursi tambahan perharinya untuk musim mudik Lebaran tahunini dengan menjual 40 tiket perjalanan. Tiket kereta tambahan tersebut serentakdijual mulai hari ini (16/4) sejak pukul 00.01 WIB.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Bayu Hermawan
 Ketum PAN Safari Politik di Jatim Menangkan Khofifah-Emil

Ketum PAN Safari Politik di Jatim Menangkan Khofifah-Emil

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan akan bersafari politik di Jawa Timur. Safari itu dalam rangka memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

"Sebelas hari saya akan berkunjung ke 38 kabupaten dan kota di Jatim. Kunjungan saya dan pimpinan pusat serta pimpinan wilayah PAN untuk safari politik dalam rangka konsolidasi pemenangan pasangan cagub dan cawagub Jatim yang didukung PAN, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak," kata Zulkifli Hasan di kawasan Gelora Delta Sidoarjo, Senin (16/4).

Ia mengemukakan, konsolidasi memenangkan pasangan Khofifah-Emil itu sangat penting untuk menyatukan suara PAN hingga akar rumput. "Bu Khofifah dan Mas Emil sangat layak memimpin Jawa Timur. Visi misi keduanya mewakili PAN, yakni untuk menyejahterakan rakyat dan kesetaraan," katanya.

Menurutnya, PAN ingin ada kesetaraan, keadilan dan kesejahteraan bersama serta mengurangi kesenjangan sosial yang saat ini ada di Jawa Timur. "Itu alasan saya akan berkunjung hingga akar rumput partai agar Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim nanti adalah Khofifah-Emil," ujarnya.

Ia mengatakan dalam Pilkada Jatim tahun ini kedua pasangan calon mempunyai kans sama-sama kuat atau imbang. Oleh karena itu, kehadiran PAN dalam mendukung Khofifah-Emil dirasa mampu memberikan sumbangsih suara untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 1 itu.

"Pasangan Khofifah-Emil maupun Gus Ipul-Mbak Puti saat ini hasil di beberapa lembaga survei sangat imbang. Dengan dukungan PAN maka kira-kira kemenangan Khofifah-Emil antara 7-10 persen mengalahkan pasangan Gus Ipul-Puti," ujarnya.

Red: Andri Saubani
TGB Dorong Kepala Daerah Membuka Jaringan Luas

TGB Dorong Kepala Daerah Membuka Jaringan Luas

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mendorong seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten atau kota se-NTB membangun kerja sama. Salah satu caranya dengan membuka jaringan seluas-luasnya demi memajukan daerah.

"Jaringan yang dibangun, tidak hanya dengan berbagai kalangan di tingkat pusat, namun juga jaringan dengan berbagai kalangan di dunia internasional," ujar TGB saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Senin (16/4).

TGB menilai, melalui jaringan yang luas tersebut, kepala daerah akan memperoleh kemudahan membangun dan memajukan daerah. Sebab mereka akan mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk para investor.

"Membangun daerah ini tidak bisa sendiri," kata TGB.

Selain mendorong membuka jaringan seluas-luasnya, TGB menyampaikan harapannya kepada seluruh bupati/walikota untuk terus membangun daerah dan masyarakat. Sebab, pada sudut pandang kontestasi di Indonesia, kepala daerah memiliki kewajiban untuk berlomba dalam hal kebaikan.

"Fastabiqul khairat itu harus tercermin dalam seluruh ikhtiar kita," lanjut TGB.

Gubernur NTB dua periode tersebut menjelaskan kemajuan NTB saat itu merupakan buah ikhtiar kolektif yang dilakukan seluruh unsur, baik di pemerintahan maupun masyarakat. Wajah NTB saat ini menurutnya merupakan ikhitiar bersama yang tidak kenal lelah.

TGb menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas seluruh ikhtiar dan kerja sama ikut berpartisipasi memajukan daerah. Dengan kebersamaan tersebut, lanjut TGB, muncul energi dan semangat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

"Saya minta semangat kebersamaan ini terus diperkuat," harap TGB.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah (Bapenda) NTB Ridwansyah melaporkan fokus pembangunan 2019 dirumuskan dalam lima program utama, yakni, percepatan penurunan angka kemiskinan dan peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan dasar, peningkatan infrastruktur dasar dan strategis, bidang sosial keagamaan, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup dan penanggulangan bencana.

Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur, Bambang Priyambodo memuji kemajuan NTB dalam sepuluh tahun terakhir ini. Menurut Bambang, di bawah kepemimpinan TGB, NTB berhasil menjadi daerah yang maju dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,1 persen.

Selain itu, tingkat kemiskinan di NTB turun menjadi sekitar 15 persen. Bambang menyarankan untuk perlunya NTB memberi perhatian pada sektor industri pengolahan.
"Untuk terus menjaga kemajuan NTB tersebut perlu dibangun industri pengolahan sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat," ucap Bambang.

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda

Monday, July 8, 2013

Posisi Bulan Rendah, Awal Ramadan Bisa Dua Versi

Posisi Bulan Rendah, Awal Ramadan Bisa Dua Versi

Petugas rukyat meneropong posisi bulan sabit (hilal).
Awal puasa Ramadan tahun ini kemungkinan berbeda. Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan pada hari Selasa, 9 Juli 2013, sedangkan pemerintah baru akan menggelar sidang isbat petang nanti dengan melihat ketinggian bulan.

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Senin 8 Juli 2013, mengatakan posisi bulan saat ini masih rendah, yaitu kurang dari 1 derajat. 

Sementara berdasarkan kesepakatan umum umat Islam Indonesia, visibilitas bulan sabit (hilal) harus berada pada ketinggian bulan 2 derajat.

“Jadi awal Ramadan kemungkinan ada dua versi. Posisi bulan di Jawa saat ini rendah sekali 0,7 derajat. Ini tidak mungkin terlihat,” ujar Thomas kepada VIVAnews. Posisi bulan di sebagian besar wilayah Indonesia sekarang memang masih di bawah 1 derajat, misalnya di Sumatera, Nusa Tenggara, dan Bali.

“Indonesia bagian timur malah masih di bawah ufuk, atau ketinggian minus derajat,” kata Thomas. Oleh sebab itu Thomas memperkirakan pemerintah akan menetapkan awal Ramadan sehari setelah Muhammadiyah.

“Kementerian Agama kemungkinan menetapkan awal puasa hari Rabu,” katanya. (umi)

© VIVA.co.id 

Tuesday, February 5, 2013

Siswi SMP Pelaku Video Mesum Pindah Sekolah

Siswi SMP Pelaku Video Mesum Pindah Sekolah

Video Mesum Mulai Menyebar Melalui HP
Seorang siswi SMPN 1 Kersamanah, Garut, diduga merekam dirinya bersama seorang pemuda dalam tiga video mesum yang kemudian menyebar di antara telepon genggam sejumlah warga di Malangbong. Kini, siswi yang berinisial AN itu sudah mengundurkan diri dari SMPN 1 dan pindah ke tempat lain. 

Menurut Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Kersamanah, Tatang Dahlan, sebagian guru sudah melihat tiga video mesum yang diduga diperankan AN itu. Beberapa guru, kata dia, ragu jika pemeran perempuan dalam video tersebut adalah AN.

"Memang AN pernah tercatat sebagai siswi kami tapi sudah mengundurkan diri," kata dia kepada wartawan di ruang guru SMPN 1 Kersamanah, Jalan Raya Malangbong, Garut, Selasa 5 Februari 2013.

Menurutnya, AN mengundurkan diri akhir Desember 2012 lalu dengan alasan akan masuk pondok pesantren. "Tapi belum ada ramai-ramai soal video mesum," ungkap Tatang.

Sementara itu kasus video mulai menggerkan warga Kecamatan Malangbong sejak 2 minggu terakhir, kasusnya kini sudah ditangani pihak Polsek Malangbong.

Petugas saat ini sedang memburu Rn (22), warga Kampung Cimuncang, Desa Kutanagara, Kecamatan Malangbong. Dia dikabarkan telah melarikan diri ke Jakarta dan di sana bekerja sebagai buruh bangunan. (ren)



© VIVA.co.id
Lebih dari Seribu Keluarga Jadi Korban Banjir di Bekasi

Lebih dari Seribu Keluarga Jadi Korban Banjir di Bekasi

Banjir di Pondok Gede Permai, Bekasi
Banjir yang merendam beberapa perumahan di Kota Bekasi hari ini membuat seribu lebih keluarga menjadi korban. Paling banyak berasal dari perumahan Pondok Gede Permai (PGP) di Kelurahan Jatirasa, Jatiasih. Tenda-tenda darurat untuk pengungsian dan dapur umum pun dibangun di gerbang PGP.

“Hingga siang ini, sudah seluruh warga kami evakuasi. Di PGP ada 1.200 kepala keluarga yang jadi korban banjir,” kata Sekretaris Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Adhianto, di lokasi banjir pada Selasa 5 Februari 2013.

Hingga siang tadi Tim Tanggap Bencana (Tagana) yang terdiri dari Pemerintah Kota Bekasi, Kodim 0507 Bekasi, Polresta Kota Bekasi, dibantu marinir, masih terus mengevakuasi warga. Banjir merendam PGP sejak pukul 20.00 WIB, Senin 5 Februari 2013.

Banjir terjadi karena debit air kiriman dari wilayah Bogor yang tinggi. “Akibat rembesan dari penambalan sementara yang kami lakukan terhadap Tanggul Kali Bekasi yang jebol,” ujar Tri. Sebelumnya, 18 Januari 2013, Tanggul Kali Bekasi jebol akibat tingginya debit air dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi.

Pemerintah Kota Bekasi untuk sementara baru menambal tanggul yang jebol dengan bronjong (batu besar yang diikatkan dengan kawat besi). “Rembesan air dari bronjong mulai mencapai puncaknya pada pukul 23.00 WIB Senin malam kemarin,” kata Tri.

Sudah Diprediksi

Banjir Bekasi sudah diprediksi sejak Senin sore, ketika Bogor dan sekitarnya dilanda hujan lebat sejak pukul 14.00 hingga 20.00 malam. Tri mengatakan, banjir di PGP baru bisa diatasi bila dilakukan perbaikan permanen terhadap tanggul yang jebol

“Kalau perbaikan sementara seperti ini, setiap debit air kiriman meningkat, di sini pasti banjir,” ujar Tri. Posisi perumahan PGP berada di dekat Kali Bekasi. Kali Bekasi ini merupakan sungai yang mengalir dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi.

“Ketinggian sungai di sini 6 meter, sedangkan tanggul tingginya hanya 3,3 hingga 4 meter,” ujar Tri. Selain Pondok Gede Permai, perumahan lain yang tergenang banjir di Bekasi adalah Vila Nusa Indah, Kemang Ifi, Graha Pondok Citra Lestari, Graha Kencana, Komplek Depnaker, Pondok Pekayon, Delta Mas. Total ada 15 titik banjir di Bekasi. (ren)

© VIVA.co.id

Monday, June 11, 2012

Mengikis Seks Bebas Remaja, Kewajiban Siapa

Mengikis Seks Bebas Remaja, Kewajiban Siapa

Bukan lagi anak-anak, tapi belum pula jadi orang dewasa. Selalu menyimpan rasa penasaran dan mencoba segala sesuatu yang menantang. Haus akan aktivitas pembangkit adrenalin.

Di usia penuh gejolak, remaja bisa jadi peluang besar masa depan cemerlang suatu bangsa atau sebaliknya, penyebab kehancuran. Indonesia dengan jumlah populasi generasi muda yang besar, menghadapi dua sisi berlawanan ini.

Dari sekitar 237 juta penduduk Indonesia, jumlah remaja terbilang besar, mencapai 63,4 juta atau sekitar 26,7 persen dari total penduduk. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief menyebut, ada tiga masalah yang paling menonjol pada remaja Indonesia, yakni seksualitas, penyalahgunaan narkotika dan HIV/AIDS. Tiga masalah yang berpilin satu sama lain. 

Berbagai penelitian mengungkap betapa mengkhawatirkan kondisi remaja Indonesia. Penelitian Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) pada 2007 lalu menemukan, perilaku seks bebas bukanlah sesuatu yang aneh dalam kehidupan remaja Indonesia. Satu persen remaja wanita dan enam persen remaja pria mengaku telah menjalani perilaku seks bebas. "Ditelusuri lebih jauh lagi, remaja yang mengetahui teman mereka melakukan seks bebas di luar nikah jumlahnya sangat besar, mencapai 26 persen," ungkapnya.

Tak heran, fenomena kehamilan dan kelahiran pra nikah meningkat drastis di kalangan  generasi muda. Sebuah studi lainnya pada 2010 di daerah kota besar seperti Jakarta, Bekasi dan Tangerang menunjukkan 20,6 persen remaja  mengalami kehamilan dan kelahiran sebelum menikah. "Makanya, salah satu fokus dan kampanye pada remaja adalah mengurangi Triad, dengan memperkenalkan GenRe, atau Generasi Rencana," ujarnya.

Genre

Bagi remaja modern, Keluarga Berencana tak lagi laku. Dianggap bagian masa lalu orangtua dan generasi pendahulu mereka. Pemerintah lewat BKKBN harus putar otak, agar esensi yang sama bisa dikampanyekan pada generasi kritis tersebut. Maka, lahirlah Generasi Rencana atau GenRe. Kampanyenya didekatkan dengan denyut kehidupan remaja. Hadir dalam berbagai media seni, pentas panggung lawak, sosialisasi ke berbagai sekolah, hiburan hingga melanglang pusat perbelanjaan tempat anak muda modern berkumpul.  

Pendekatan bagi remaja adalah kontrasepsi sebagai perlindungan terhadap kesehatan reproduksi, bukan sebagai alat pengendali kelahiran.

"GenRe atau Generasi Berencana dalam berbagai kampanye menekankan bahwa merencanakan pendidikan, keluarga dan kesehatan akan lebih bermanfaat bagi mereka ketimbang harus menikah dalam usia muda. Kami ingin menjadikan GenRe sebagai sebuah gaya hidup, bukan sebagai kewajiban untuk menekan angka kelahiran."  

Meski begitu, sosialisasi diakui tak semulus yang diharapkan. Agama dan budaya  kerap menjadi batu sandungan. Masih banyak yang berpikir kampanye GenRe berarti mendorong hubungan seks bebas. Untuk itu, pendekatannya adalah untuk kesehatan bukan pengendalian penduduk. "Kami bekerjasama dengan lembaga agama untuk mensosialisasikan penggunaan KB lainnya yang sesuai dengan keyakinan."

Pendidikan Seks, Kewajiban Siapa?
Keprihatian soal seks bebas di kalangan remaja juga datang dari pakar. Psikolog seks Zoya Amirin mengatakan, maraknya perilaku seksual tak sehat di kalangan remaja berasal dari banyak faktor. Mulai dari informasi soal seksualitas yang makin mudah diakses, kurangnya perhatian pemerintah dalam hal konten seks pada anak dan remaja hingga minimnya seks edukasi di lingkungan keluarga.

Sebagai lingkungan yang pertama kali dikenal anak, keluarga bisa menjadi sumber pendidikan seks yang mendasar. "Orangtua telah melalui masa-masa yang dialami anak-anak mereka. Maka, seharusnya dengan memahami kondisi anak dan remaja. Orangtua bisa berbagi sekaligus mendidik bagaimana menyikapi perubahan yang terjadi pada diri anak," ucapnya.

Seperti halnya minuman alkohol atau narkoba, tanpa pendidikan seks yang tepat, remaja yang merasakan seks sebagai sesuatu yang nikmat dan bisa kecanduan.

Di keluarga, ayah bisa berperan sebagai sahabat anak laki-laki saat si anak mengalami pubertas atau mengalami mimpi basah. "Ayah bisa mengatakan setelah mimpi basah, anak akan tertarik dan terangsang melihat perempuan. Sehingga usahakan agar bila memiliki pacar berada di tempat ramai agar tak menjurus ke seks. Mereka juga disadarkan mereka bisa membuat hamil anak orang lain," ujarnya.

Begitu juga peran ibu dalam pendidikan seks dalam keluarga menjadi penting saat anak memasuki masa menstruasi. "Kalau anak perempuan mens, ibu harus memberi pengertian bahwa anak perempuan akan mulai naksir lawan jenis dan mereka pun bisa hamil," katanya.

Dari situ, orangtua bisa mengarahkan anak agar mampu menolak lawan jenis yang mereka sukai, mendeteksi dan menolak pelecehan seksual yang dilakukan orang lain kepada mereka. Dengan membicarakan seks secara sehat dalam keluarga, bukan saja anak mendapat informasi yang benar, mereka juga memahami mengapa terjadi perubahan pada tubuh mereka.

Tapi, Zoya mengingatkan mengandalkan keluarga saja untuk menepis perilaku seks bebas takkan banyak berarti. Pendidikan di sekolah, pemuka agama, masyarakat, dan pemerintah punya peran yang sama untuk memberi pendidikan seks.

Zoya menyontohkan, pemerintah lewat kekuatan menekan harus menertibkan standar untuk membatasi tayangan yang belum pantas ditonton remaja. "Kalau ada film 18 tahun ke atas di bioskop, maka semua penonton seharusnya memperlihatkan KTP saat membeli tiket. Kalau film 13 tahun ke atas juga seharusnya tak boleh ditonton anak-anak," tegasnya. (eh)