Showing posts with label Economics. Show all posts
Showing posts with label Economics. Show all posts

Friday, May 18, 2018

Defisit APBN Turun Jadi Rp55,1 Triliun

Defisit APBN Turun Jadi Rp55,1 Triliun


JAKARTA–Defisit APBN sampai dengan 30 April 2018 tercatat Rp55,1 triliun. Angka ini mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan periode sama tahun 2017 tercatat Rp72,2 triliun dan pada 2016 yang mengalami defisit Rp158,2 triliun. 

”Realisasi defisit APBN sebesar Rp55,1 triliun, turun dibandingkan periode sama pada tiga tahun terakhir. Dengan defisit yang kecil, kita mencapai keseimbangan primer surplus Rp24,2 triliun. Ini naik dibanding keseimbangan primer tahun lalu yang hanya Rp3,7 triliun,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, kemarin. 

Menurut Menkeu, realisasi APBN 2018 sampai dengan 30 April 2018 menunjukkan capaian lebih baik. Hal ini dilihat dari penerimaan perpajakan, bea dan cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), belanja kementerian/ lembaga, serta transfer ke daerah yang diperkuat tata kelolanya. 

Pemerintah, kata Sri Mulyani, tetap konsisten menjaga APBN secara hati-hati dan efektif namun tetap mendukung perekonomian. ”Ini konsisten pemerintah menjaga kebijakan utang yang selama ini sering dijadikan sorotan oleh beberapa pihak,” ujarnya. 

Sri Mulyani memaparkan, realisasi penerimaan pendapatan negara dan hibah mencapai Rp527,82 triliun atau telah terealisasi 27,86% dari target APBN 2018. Realisasi itu terdiri dari penerimaan perpajakan Rp416,93 triliun, PNBP sebesar Rp109,91 triliun, dan hibah Rp0,99 triliun atau masing-masing telah mencapai 25,77%, 39,90%, dan 83,24% dari target APBN 2018. 

Hingga akhir April 2018, pertumbuhan sumber penerimaan pendapatan negara dari perpajakan dan PNBP berturut- turut, yaitu penerimaan tumbuh 11,19% dan PNBP tumbuh 21,02% secara year-onyear (yoy). ”Penerimaan negara sampai akhir April 2018 mengalami perbaikan yang signifikan, begitu juga di belanja dan pembiayaan,” ujarnya. 

Secara lebih rinci penerimaan perpajakan sampai dengan akhir April 2018 terdiri dari penerimaan pajak Rp383,27 triliun serta penerimaan kepabeanan dan cukai Rp33,66 triliun atau masingmasing telah terealisasi 26,91% dan 17,34% dari target APBN 2018. 

Pertumbuhan penerimaan PPh nonmigas sampai dengan akhir April 2018 masih didominasi penerimaan pajak atas impor yang tumbuh mencapai 25,34% yoy Terutama dari PPh pasal 22 impor (28,96%) dan PPh Pasal 25/29 Badan tumbuh hingga 23,55% yoy. 

Penerimaan PPh Badan tidak lepas dari tingginya pertumbuhan PPh Pasal 29 mencapai 28,57% yoy, yang merupakan cerminan kinerja keuangan perusahaan pada 2017. ”Penerimaan dari PPh Badan yang meningkat telah memperlihatkan adanya kegiatan ekonomi menguat, karena tidak mungkin ada pembayaran pajak apabila tidak ada aktivitas meningkat,” katanya. 

Dari sisi belanja negara juga mengalami kenaikan. Realisasi belanja negara sampai dengan akhir April 2018 sebesar Rp582,94 triliun, meningkat 8,33% jika dibandingkan realisasi April tahun lalu. Rinciannya belanja pemerintah pusat sebesar Rp331 triliun atau sudah 22,8% dari target Rp1.454,5 triliun. 

”Belanja K/L mencapai Rp165,9 triliun sudah dibelanjakan sampai 30 April. Tahun lalu pada periode sama kita belanjakan Rp135,1 triliun. Jadi secara persentase kita jauh lebih tinggi, sudah mendekati 20% dari tahun lalu yang 16,9%,” kata Sri Mulyani. 

Pengamat ekonomi dari Institute for Develompent of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, salah satu implikasi untuk mengendalikan defisit anggaran adalah penyerapan anggaran hingga April menjadi kurang maksimal. ”SILPA-nya cukup besar dibanding posisi sama tahunsebelumnya. 

PosisiSILPA sampai April tahun ini adalah Rp133,6 triliun, dibandingkan tahun lalu, yakni Rp123,2 triliun atau ada selisih Rp10,4 triliun lebih besar,” ujarnya. Menurut dia, dampak lainnya dengan serapan anggaran kurang optimal, maka kontribusi belanja pemerintah pada kuartal I/2018 hanya 6,31% terhadap PDB lebih rendah dari kuartal I/2017, yakni 6,56% dan pertumbuhan belanja pemerintah hanya 2,7%. 

oktiani endarwati 

Monday, April 16, 2018

Menkeu Yakin Kinerja Perdagangan Tahun Ini Positif

Menkeu Yakin Kinerja Perdagangan Tahun Ini Positif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati merespons positif kinerja perdagangan Indonesia pada kuartal pertama 2018. Ia menilai, kinerja ekspor akan menunjukkan hal positif seiring dengan penguatan ekonomi dunia.

Meski begitu, Sri juga tetap mewaspadai potensi guncangan dari perang dagang dan isu geopolitik. "Apa ini sustain? Semua prediksi lembaga ekonomi global menunjukkan pertumbuhan 3,9 persen bahkan ada yang 4,1 persen. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi dunia menguat. Diharapkan demand terhadap berbagai komoditas di Indonesia juga meningkat," ujar Sri di Jakarta, Senin (16/4).

Sri mengatakan, kinerja ekspor turut mendorong penerimaan bea keluar pada kuartal pertama 2018 yang sebesar Rp 1,43 triliun atau sebesar 47,7 persen dari target APBN 2018. Pertumbuhannya bahkan mencapai 70,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Ini menjadi angka pertumbuhan tertinggi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Kinerja pertumbuhan tersebut terutama disebabkan oleh kontribusi bea keluar dari ekspor komoditas mineral dan batu bara yang secara total tumbuh 261,32 persen pada kuartal pertama 2018. "Ekspor kita juga sudah mengalami diversifikasi. Jadi prediksinya akan tetap kita jaga," ujar Sri.

Meski begitu, Sri tetap memantau dinamika perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Selain itu, faktor penyerangan AS terhadap Suriah juga akan dicermati terutama pengaruhnya pada harga minyak dunia.

"Untuk Indonesia komoditas akan dapat keuntungan dari sisi momentum harga dan permintaan meningkat. Tapi jangan lengah karena kemungkinan shock itu tidak pakai pendahuluan. Jadi harus tetap jaga terhadap kemungkinan itu,” ujar Sri. 

ad Fikri Noor/ Red: Citra Listya Rini

Pemerintah Bayar Tunggakan Subsidi Energi Hingga Rp 9,3 T

Pemerintah Bayar Tunggakan Subsidi Energi Hingga Rp 9,3 T

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, pemerintah telah membayar tunggakan subsidi energi pada 2017 sebesar Rp 9,3 triliun. Subsidi dibayarkan kepada dua BUMN yakni Pertamina dan PLN untuk kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM), elpiji 3 kilogram, dan listrik.

"Subsidi energi 2018 ini sampai kuartal pertama, Menteri Keuangan sudah membayar tunggakan tahun sebelumnya sebesar Rp 9,3 triliun. Untuk BBM dan elpiji 3 kilogram sebesar Rp 6,3 triliun, untuk PLN Rp 3 triliun," ujar Askolani di Jakarta, Senin (16/4).

Askolani merinci, total belanja subsidi energi hingga akhir Maret 2018 mencapai Rp 25,3 triliun atau 16,19 persen dari total alokasi anggaran dalam APBN 2018 yang sebesar Rp 156,23 triliun.Belanja subsidi untuk BBM dan elpiji 3 kilogram adalah sebesar Rp 15,6 triliun dan untuk listrik sebesar Rp 9,6 triliun.

Belanja subsidi pada periode yang sama tahun lalu adalah sebesar Rp 12,3 triliun atau terserap sebesar 7,3 persen dari total pagu anggaran sebesar APBNP 2017 sebesar Rp 168,9 triliun.Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan belanja subsidi meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. "Ini yang harus diwaspadai," ujar Sri.

Pada kuartal pertama 2018, total belanja pemerintah pusat adalah sebesar Rp 233,95 triliun atau 16,08 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 1.454,5 triliun. Realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp 103,14 triliun atau mencapai 12,17 persen dari pagu anggaran Rp 847,4 triliun.

Menkeu menyoroti realisasi penyerapan untuk bantuan sosial yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Realisasi belanja bansos hingga akhir Maret 2018 adalah sebesar Rp 17,9 triliun meningkat 87 persen dibandingkan belanja tahun lalu yang hanya Rp 9,5 triliun. Dari sisi penyerapan, realisasi belanja bansos mencapai 23,2 persen sementara tahun lalu pada periode yang sama hanya 17,5 persen.

"Ini kita harapkan bisa membuat masyarakat mendapat momentum pertumbuhan yang positif dan masyarakat yang rentan bisa mendapatkan bansos serta perlindungan negara," ujarnya.

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Nur Aini

Friday, June 22, 2012

Lima Kunci Sukses Jadi Pengusaha

Lima Kunci Sukses Jadi Pengusaha

Banyak orang takut memulai usaha, karena takut gagal atau takut tidak punya modal. Hermas Puspito dari ELC Digital Company mengungkapkan, ada lima poin yang harus Anda lakukan untuk menjadi pengusaha.

Berikut lima langkah yang harus Anda jalankan untuk mulai jadi seorang entrepreneur:

1. Jaringan

Menjadi seorang pengusaha harus mempunyai relasi yang luas dan banyak. "Kita tidak bisa membuka usaha kalau tidak bisa melakukan networking," katanya dalam Entrepreneurship Festival, di Jakarta, Jumat 22 Juni 2012.

Memperbanyak jaringan menjadi sangat penting bagi perluasan usaha Anda. Setiap orang dapat menjadi potensi sebagai konsumen atau bekerja sama dalam mengembangkan bisnis.

2. Persiapan mentalBanyak orang yang takut memulai usaha, ini karena dalam pikirannya sudah tertanam mental takut gagal atau bingung memulai usaha. Ada juga orang yang memiliki mental jika ingin membuka usaha harus memiliki rencana bisnis yang sempurna.

Rencana bisnis diperlukan, namun tidak harus sempurna karena dapat disempurnakan ketika bisnis telah berjalan. Seorang pengusaha harus memiliki mental fokus dan disiplin. Dua hal ini diperlukan untuk menjalankan rencana bisnis yang telah dipersiapkan.

"Kalau mentalnya harus sempurna, kapan mulai bisnisnya?" katanya.

3. ModalModal merupakan salah satu faktor penting dalam memulai bisnis. Banyak orang ingin memulai usaha, namun tak mempunyai modal sehingga tidak jalan. Padahal, untuk memulai usaha bisa dilakukan tanpa modal.

Modal terbagi menjadi tiga, modal sendiri, mencari modal dari investor atau bank, dan modal partnership. Modal sendiri dapat diraih dengan cara menabung, atau bisa juga memulai bisnis sendiri dengan tanpa modal seperi menjadi reseller (pengecer) sebuah barang.

"Reseller itu entrepreneur tahap satu, yang pelan-pelan naik jadi wirausaha sendiri," katanya.

Sedangkan untuk modal dari investor atau bank, dibutuhkan perencanaan bisnis yang baik. Serta modal ketiga adalah partnership, yaitu menggunakan aset yang sudah ada sebagai modal bekerja sama dengan orang lain. "Seperti, memanfaatkan rumah untuk menjual barang yang dititipkan," ujar Hermas.

4. MarketingSeorang pengusaha harus mengetahui kelebihan produk yang membedakan dengan barang sejenis. Setelah itu, dipadukan dengan promosi yang menarik sehingga dapat menarik orang untuk membeli produk. Marketing juga dapat dipadukan dengan networking, sehingga menjadi komunikasi marketing yang terintegrasi.

"Harga dipadu dengan promosi, seperti 50 orang pembeli pertama dapat potongan, atau bisa juga menawarkan produk ke orang-orang yang kita kenal," katanya.

Kehadiran media sosial bisa jadi strategi marketing tersendiri. Ia menjelaskan, kehadiran media sosial dapat digunakan seorang entrepreneur untuk membangun komunitas. Komunitas dapat diarahkan untuk membuat acara yang terkait dengan produknya.

"Media sosial sekarang ini bisa menjadi marketing rendah biaya, bahkan tanpa modal, hanya cukup sambungan internet," katanya. Ia menyarankan bagi pengguna Twitter, jangan hanya berkicau produknya tapi juga memberi informasi yang berguna bagi follower.

5. Mulailah sekarangKeempat langkah tadi tidak akan jalan jika tidak dimulai sekarang. Dalam menjalankan bisnis seorang pengusaha harus terus mengembangkan diri dengan membaca buku dan mendatangi seminar-seminar pengusaha untuk memotivasi diri.

"Jangan lupa mulai rajin berdoa, karena kesuksesan datang dari Tuhan," katanya. (asp)

Saturday, June 16, 2012

1 Januari 2013, Aturan "Transaction Alert" Kartu Kredit Diberlakukan

1 Januari 2013, Aturan "Transaction Alert" Kartu Kredit Diberlakukan

Penerbit kartu kredit wajib memberitahu pemegang kartu kredit terkait transaksi yang memenuhi sejumlah kriteria melalui transaction alert. Ketentuan ini paling lambat diimplementasikan oleh penerbit kartu kredit pada 1 Januari 2013.

"Dengan alert system dicek bener enggak ibu melakukan ini. Jangan sebal karena itu aturan BI," kata Kepala Grup Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi A Johansyah, dalam diskusi dengan wartawan di Kantor Bank Indonesia, Jakarta
.
Menurut aturan Bank Indonesia mengenai penyelenggaraan kegiatan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), penerbit kartu kredit harus memberitahu pemegang kartu terkait sejumlah transaksi. Kriteria pertama, pemegang kartu wajib diberitahu bila transaksi terjadi di pedagang yang menurut penerbit memiliki risiko tinggi.

Kedua, transaksi terjadi dalam jumlah atau nilai yang besar atau menyimpang dari profil transaksi pemegang kartu kredit. Ketiga, transaksi terjadi berkali-kali di pedagang yang berbeda lokasi dalam waktu yang relatif singkat.

Keempat, pemegang kartu kredit wajib diberitahu bila transaksi terjadi berkali-kali di pedagang yang sama untuk pembayaran pembelanjaan barang atau jasa yang sama.

Penyampaian informasi bisa dilakukan penerbit kartu melalui layanan pesan singkat atau sarana telekomunikasi lain berdasarkan pilihan pemegang kartu kredit. Penerbit pun harus mencantumkan nomor kontak yang bisa dihubungi dalam transaction alert. Ini semata untuk memberikan kemudahan pemegang kartu dalam merespons informasi.

Bank Indonesia baru saja menerbitkan aturan teknis mengenai kartu kredit. Aturan itu dituangkan dalam Surat Edaran Bank Indonesia No 14/ 17 /DASP perihal Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu.

Dalam SE ini, BI mengatur mekanisme pembatasan jumlah kartu kredit berdasarkan minimum pendapatan nasabah tiap bulan sebesar Rp 3 juta-Rp 10 juta. Mekanismenya, jumlah penerbit kartu kredit yang dapat memberikan fasilitas kartu kredit kepada seorang pemegang kartu adalah maksimal hanya dua penerbit. Selain itu, jumlah maksimal plafon kredit secara kumulatif yang dapat diberikan kepada seorang pemegang kartu kredit adalah tiga kali pendapatan tiap bulan pemegang kartu kredit.

Sunday, May 20, 2012

Bisnis Korporat Industri Finansial Market Data Pemimpin G-8 Ingin Yunani Tetap di Zona Euro

Bisnis Korporat Industri Finansial Market Data Pemimpin G-8 Ingin Yunani Tetap di Zona Euro

Para pemimpin negara G-8 mendukung Yunani tetap di zona Euro dan berjanji untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna memerangi krisis keuangan yang terancam oleh krisis utang Eropa.

Dalam pertemuan puncak negara G-8, para pemimpin negara maju itu mendukung langkah penghematan di Eropa, sebuah pendekatan yang didorong Kanselir Jerman Angela Merkel, di mana stimulus menjadi hal penting bagi penyembuhan zona ekonomi Eropa.

"Kami berkomitmen untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna memperkuat dan menghidupkan kembali ekonomi dan memerangi tekanan finansial," kata pemimpin G-8 dalam pernyataan bersama mereka di pertemuan Camp David, di Maryland seperti dikutip dari Reuters.

Pesan yang dikirim dalam pertemuan puncak yang diselenggarakan oleh Barack Obama itu merefleksikan kekhawatiran bahwa apa yang terjadi di zona Euro akan mengancam masa depan 17 negara mata uang tunggal Eropa itu. Selain itu, kondisi tersebut bisa melukai pemulihan ekonomi AS yang rapuh dan pemilu pada November nanti.

Dalam komunike akhir ekonomi, pemimpin G-8 mendukung Eropa agar lebih fokus untuk menambah pertumbuhan dan mengatakan,"Kami menegaskan kembali perhatian terhadap Yunani di zona Euro, dan menghormati komitmennya."

Kekhawatiran terhadap kebuntuan politik di Yunani akan menyebabkan perhitungan biaya moneter yang tidak menentu dan memberi ketakutan stabilitas ekonomi.

Spanyol juga telah mengguncang pasar dengan mengungkapkan kredit macet perbankan seiring upayanya menghadapi resesi.

Presiden Obama telah menekan Eropa untuk lebih meningkatkan pertumbuhan. Ia mengingatkan pemimpin Eropa bahwa mereka akan menghadapi pertaruhan yang tinggi dan mungkin biaya lebih besar jika perekonomian mereka gagal. "Pertumbuhan dan lapangan kerja harus menjadi prioritas," ujar Obama. (art)

Tuesday, March 20, 2012

DP Naik, Masyarakat Bawah Sulit Beli Motor

DP Naik, Masyarakat Bawah Sulit Beli Motor

Kendati dinilai positif untuk prinsip kehati-hatian lembaga keuangan, ketentuan baru Bank Indonesia memperketat batas minimal uang muka kredit kendaraan bermotor justru memberatkan kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arief Budimanta disela Talkshow Trijaya FM yang bertema "Jeritan dan Jeratan BBM" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 17 Maret 2012.

"Menurut saya mungkin itu bagus dari aspek kehati-hatian, tetapi tentu saja itu menyakitkan bagi rakyat, terutama rakyat yang memiliki keterbatasan dalam menyiapkan modal awal atau uang muka kredit motor atau rumah," kata Arief.

Arief mengatakan, pengguna fasilitas kredit kendaraan bermotor dan rumah selama ini lebih banyak berasal dari masyarakat kelas bawah. Golongan masyarakat ini hanya memiliki pendapatan sekitar Rp1,5 juta hingga 2 juta per bulan.

Dengan pendapatan pas-pasan tersebut, masyarakat kelas bawah ini dianggap hanya mampu membeli sepeda motor dengan uang muka sebesar Rp500 ribu.

Dari pengamatan tersebut, Arief menilai aturan baru batas minimal uang muka kredit kendaraan bermotor dihasilkan tanpa melihat realitas sosial ekonomi masyarakat di lapangan. "Seharusnya itu yang dipertimbangkan oleh BI," kata dia.

Seperti diketahui, BI berdasarkan Surat Edaran BI Nomor 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 menetapkan, besaran uang muka yang harus dibayar masyarakat untuk kredit sepeda motor adalah 25 persen, roda empat 30 persen, dan roda empat atau lebih untuk keperluan produktif 20 persen.

Dengan asumsi harga motor baru minimal Rp10 juta, konsumen kini harus menyediakan uang muka minimal sebesar Rp2,5 juta. Padahal, selama ini, masyarakat kelas bawah biasanya bisa memperoleh motor baru hanya dengan uang muka sebesar Rp500 ribu.

Kebijakan yang sama juga dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan yang mengatur batas minimal kredit kendaraan bermotor oleh perusahaan pembiayaan. Pemerintah menetapkan batas minimal lebih rendah 5 persen dibandingkan kredit perbankan. (umi)


• VIVAnews
DP KPR 30% Tak Berlaku untuk Rumah Murah

DP KPR 30% Tak Berlaku untuk Rumah Murah

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyatakan bahwa aturan uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) minimal 30 persen tidak berlaku untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Uang muka minimal 30 persen tidak berlaku bagi MBR, yang berlaku hanya rumah-rumah komersiil," kata Ketua Apersi, Eddy Ganefo, saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Selasa 20 Maret 2012.

Namun, Eddy menuturkan, aturan yang dikeluarkan Bank Indonesia tentunya akan berdampak bagi penjualan rumah di saat bank-bank saat ini melakukan promo KPR murah.

"Tentunya ada pengaruh. Tetapi, yang jadi masalahnya KPR dengan bunga 7,25 persen itu barangnya juga tidak ada. Bahkan, hampir di seluruh Indonesia, karena sekarang harga tanah sudah mulai naik. Apalagi kalau BBM (bahan bakar minyak) mau naik," ujar Eddy.

Eddy lalu menyarankan agar BI membuat aturan yang lebih jelas untuk  pengecualiannya. "Usulan kami itu tidak berlaku untuk konsumen yang membeli rumah pertama kalinya atau untuk investasi," ujarnya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia mengatur besaran loan to value (LTV) untuk KPR maksimal sebesar 70 persen. Artinya, bank hanya boleh memberikan pinjaman sebesar 70 persen dari nilai objek.

Ketetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran BI Nomor 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor.

Dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews disebutkan, ruang lingkup KPR itu meliputi kredit konsumsi kepemilikan rumah tinggal, termasuk rumah susun atau apartemen, namun tidak termasuk rumah kantor dan rumah toko, dengan tipe bangunan lebih dari 70 meter persegi.

Pengaturan mengenai LTV dikecualikan terhadap KPR dalam rangka pelaksanaan program perumahan pemerintah. (art)

• VIVAnews

Friday, September 9, 2011

Mendirikan Bisnis Pribadi Saat Jadi Karyawan Kantoran

Mendirikan Bisnis Pribadi Saat Jadi Karyawan Kantoran

Siapapun kita, jika masih menjadi karyawan saja tentunya akan terus merasakan sekat-sekat ketidakbebasan untuk meraih pendapatan yang besar. Kalaupun tidak punya malu dan tanggung jawab pada diri, keluarga dan Tuhan jalan pintas menghalalkan segala cara ditempuh untuk meraih pendapatan yang lebih tinggi, korupsi.  di satu sisi jika ingin keluar dari perusahaan masih butuh pemikiran beribu-ribu kali. Lalu, bagaimana kita bisa mendapatkan tambahan income tanpa harus meninggalakan status karyawan?

Karyawan bergaji dobel atau bahkan lebih, kenapa tidak??? karyawan jadi Bos, kenapa tidak??? bukanlah aib jika seorang karyawan memiliki gaji dobel atau bahkan lebih, bukanlah aib seorang karyawan bisa menjadi bos di luar perusahaan dimana ia bekerja. Jika karyawan memanfaatkan fasilitas kantor untuk urusan pribadi termasuk bisnis, itu barulah bisa dikatakan  aib (kecuali perusahaan mengizinkan karyawannya untuk menggunakan fasiltas kantor untuk kepentingan pribadi termasuk berbisnis).

Banyak orang yang mulai membangun bisnisnya tapi masih enggan meninggalkan statusnya sebagai karyawan kantoran. Banyak yang berhasil, tapi banyak juga yang gagal. Bagaimana agar Anda menjadi salah satu dari mereka yang berhasil?
Tentu Anda sudah banyak mendengar saran bahwa jika seseorang ingin menjadi seorang pengusaha, maka mulailah usaha tersebut sebelum ia keluar dari pekerjaannya yang sekarang. Memang, ini saran yang bagus, tapi sebenarnya tak semudah itu untuk menjalankannya.

Pertama, orang tersebut harus pandai membagi waktu antara bekerja dan membangun bisnis. Umumnya, karena terikat jam kerja dan komitmen terhadap pekerjaan di kantor, ia hanya punya waktu sedikit untuk memikirkan bisnisnya.

Padahal jika targetnya ingin menjadi murni pembisnis, maka ia harus bisa membangun bisnisnya dengan serius agar nantinya ia bisa membayar biaya hidup sehari- hari.

Kedua, ia tentu tak ingin bisnis yang sedang dibangun diketahui atasan. Ini tentu saja karena setiap karyawan tidak ingin dicap sebagai karyawan yang tidak berdedikasi atau berkomitmen tinggi terhadap perusahaan.

Karena itulah, peraturan penting bagi mereka yang ingin memulai bisnis saat masih menjadi karyawan ialah jangan membawa atau mengerjakan bisnis Anda di kantor.

Memang godaan fasilitas di kantor bisa saja membuat seseorang tertarik untuk mengerjakan bisnisnya di waktu luang di kantor, tapi privasi di kantor yang tidak bisa dijamin bisa jadi malah membahayakan statusnya sebagai karyawan.

Lalu, bagaimana langkah yang harus ditempuh agar seorang karyawan bisa tetap merintis usahanya? Deborah A Bailey, penulis buku "Think Like an Entrepreneur: Transforming Your Career and Taking Charge of Your Life", memberikan tipsnya.

Cari waktu atau tanggal yang tepat untuk mengerjakan bisnis tersebut secara penuh atau full time.

Cobalah membuat target yang realistik, artinya cobalah untuk menetapkan tanggal yang nyaman bagi diri sendiri dan yakin bahwa di waktu yang ditetapkan bisa menangani bisnis dengan baik.

Cek pengeluaran

Seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membangun bisnis tersebut serta biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan pribadi. Mereka yang sedang merintis karier harus mampu mengurangi pengeluaran. Pasalnya, jika nanti ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sementara bisnisnya belum mapan maka masalah pengeluaran akan menjadi masalah besar.

Mulailah untuk membayar tagihan kartu kredit

Siapkan rencana untuk membayar tagihan-tagihan kartu kredit. Siapkan juga rencana bujet untuk pengembangan bisnis.

Bersiap untuk bekerja sendiri

Jika bisnis yang direncanakan lebih banyak dilakukan di rumah dan tanpa rekan kerja atau asisten, bersiaplah untuk bekerja seorang diri. Siapkan juga jaringan kerja atau jaringan pertemanan agar nantinya berguna saat bisnis sudah berjalan sepenuhnya.

Buatlah sebuah misi atau target yang ingin dicapai dalam bisnis tersebut

Target bisa dibuat dalam bentuk business plan atau sebuah pernyataan misi bisnis. Yang penting isinya menyangkut inti dari bisnis tersebut dan mengapa mengerjakan bisnis itu. Ingatlah bahwa memilih untuk berbisnis tidak hanya sekadar keinginan untuk tidak bekerja pada orang lain tapi mengetahui apa yang sedang dan akan dikerjakannya dalam bisnis tersebut.

Menjaga bisnis tetap berjalan

Bagaimana jika meninggalkan pekerjaan dengan segera bukanlah menjadi prioritas? Bagaimana jika pekerjaan di kantor dan bisnis atau usaha sampingan ingin dijalankan secara bersamaan? Bailey memberikan saran sebagai berikut.

Buat batasan

Klien dalam bisnis bisa saja meminta waktu lebih, tapi prioritas tetaplah pekerjaan di kantor. Seseorang yang memilih untuk membagi pekerjaannya antara karyawan sekaligus pengusaha harus mampu mengatakan pada kliennya bahwa ia punya waktu yang terbatas untuk menangani bisnis. Tetaplah memprioritaskan pekerjaan daripada nantinya dipecat dari pekerjaan karena tidak mampu bekerja dengan baik.

Berhati-hatilah dalam menggunakan social media.

Berhati-hatilah jika ingin mempromosikan bisnis secara online karena bisa jadi perusahaan mengecek aktivitas karyawannya di dunia online. Jika bisnis yang dikerjakan berada di bidang yang sama dengan pekerjaan tetap, maka hindari berkompetisi secara langsung di dunia online.

Jangan tergoda menghamburkan pendapatan

Memiliki usaha sampingan sudah pasti akan memberikan tambahan pendapatan setiap bulannya. Namun, jangan lantas membuat penghasilan tambahan itu mendorong untuk memperbesar pengeluaran per bulan. Tak ada gunanya jika penghasilan bertambah tapi pengeluaran untuk hal yang bukan prioritas juga bertambah. Lebih baik uangnya digunakan untuk mengembangkan usaha.
Sadar ataupun tidak setiap hari harta yang kita miliki cenderung merosot nilainya disebabkan inflasi yang terus menggerogot sehingga kenaikan sebesar apapun dari gaji kita terasa takkan pernah cukup terlebih jika penyakit konsumtif selalu menghinggap dalam diri. Jika melihat tabunganpun belum seberapa dan cenderung terkuras baik oleh penyakit tadi atau bahkan oleh maling yang meng-klaim ATM milik kita alias dibobol.

Memang tak dapat dipungkiri jika karyawan berbisnis pastilah membutuhkan energi lebih dan strategi yang oke dalam mengatur segala aktifitas kerja dan bisnis. Tentunya, seorang karyawan akan memulai dengan mengorbankan tenaga waktu dan uang untuk menjadikan bisnis yang sedang dibangunnya dapat menjadi kerajaan bisnis yang kokoh sebelum memutuskan fokus pada bisnisnya sendiri. Ekstra time dalam bekerja bukanlah part time mau tak mau harus disadari oleh seorang karyawan di saat merintis bisnis. ekstra, karena waktu kerja dari jam 8 sampai jam 5 sore berada di kantor milik orang lain jika pun dipakai paling tidak hanya satu jam saat istirahat (terlalu sedikit waktu).  maka, mau tak mau waktu di luar jam tersebutlah aktifitas bisnis dibangun.

Untuk mensiasati waktu dan tenaga seorang karyawan dapat mendelegasikan bisnisnya kepada orang yang dipercayainya sekaligus tetap mengontrol kerajaan bisnis yang baru dibangunnya, hanya sedikit mengorbankan dana.

Banyak peluang usaha yang dapat dijalankan oleh seorang karyawan, antara lain:

1.     Bisnis pulsa; bisnis pulsa adalah salah satu peluang yang mudah untuk dijalankan oleh seorang karyawan. Seorang karyawan bisa memanfaatkan HPnya sendiri dengan mendaftarkan HPnya untuk berbisnis pulsa elektrik. Banyak yang gratis untuk pendaftaran, seorang karyawan hanya diminta untuk deposit sesuai kemampuan keuangannya. Selanjutnya tinggal ditawarkan ke rekan-rekan kerja atau sanak-keluarga, tapi hati-hati banyak penawaran bisnis pulsa dalam bentuk "jaringan" yang hanya sebagai kamuflase bisnis karena intinya tidak berbisnis pulsa tapi berbisnis jaringan atau menjual keanggotaan saja.

2.  Keagenan; banyak peluang keagenan yang ditawarkan lihat saja di beberapa tabloid usaha hanya dengan 200 ribu sampai 500 ribu kita bisa menjadi agen salah satu produk seperti agen dan distributor produk sendal unik, obat-obat herbal, buku, dan lain sebagainya.

3.    MLM; tak sedikit orang yang kecewa dan trauma jika mendengar kata MLM. Bagi karyawan yang memiliki sedikit kesulitan dalam presentasi ataupun merekrut bahkan menjual produk khusus sebaiknya dipikir berkali-kali untuk menjadi member salah satu MLM.

4.    Freelance; seorang karyawan bisa mengambil job di luar waktu kerjanya. Jual keahlian yang dimiliki seperti mengajar, menjadi trainer ataupun tutor, design, dan masih banyak lagi.

5.    Toko online; cukup beli domain dan hosting plus mencari distributor ataupun membuat produk sendiri selanjutnya jual via internet. Jika tidak memiliki kemampuan untuk membuat sebuah toko online bisa di outsourcekan saja ke orang lain untuk semua perangkat yang terkait dengan website dan internet. Ajak kerjasama orang-orang yang paham dunia internet dan toko online.

6.      Franchaise dan kemitraan; semua sistem dan produk sudah disiapkan oleh pemilik frainchaise dan franchaisee (yang mengambil franchaise) tinggal menjalankan sistem dan promosi. Banyak franchaise ataupun kemitraan yang hanya membutuhkan modal sedikit kok.

Sering-sering baca tabloid usaha dan bisnis atau searching di internet terkait dengan peluang-peluang bisnis dan jalankan!
Naik jabatan memang menyenangkan bagi hampir semua orang. Namun, di balik itu, bos baru yang mantan karyawan harus bisa mengatur gaya kepemimpinannya agar bisa mengatur anak buah yang dulu adalah rekan kerjanya.

Dalam kondisi ekonomi yang cenderung stabil, Anda bisa jadi mendapatkan promosi jabatan yang sedari dulu sudah Anda idamkan. Jabatan baru tersebut tentu menyenangkan Anda.

Namun, posisi baru itu juga berarti bahwa Anda harus mampu berkomunikasi baik dengan rekan-rekan kerja, terutama rekan kerja yang akan langsung menjadi bawahan.

Mengapa komunikasi menjadi penting? Sebab, kesuksesan kepemimpinan terletak pada kemampuan atasan untuk membangun hubungan kerja yang positif dengan bawahannya.

Atasan juga harus bisa mengambil otoritas dan keputusan yang tegas, memiliki misi yang jelas agar bawahan mampu bekerja dengan baik. Tentu saja tak mudah untuk membangun komunikasi yang baik, sekaligus tegas kepada bawahan yang tadinya adalah rekan kerja Anda.

Robert Half International meramu beberapa strategi untuk membantu Anda atau siapa pun yang ingin membangun komunikasi dengan baik sebagai atasan baru.

Bertemu dengan anak buah

Ini adalah agenda pertama yang harus Anda lakukan. Cobalah melakukan pertemuan empat mata terhadap masing-masing anak buah dan pastikan agar mereka mengerti beberapa hal yang menjadi tujuan Anda dalam memimpin mereka.

Beberapa hal yang harus Anda tekankan dan harus mereka pahami ialah perannya di departemen yang Anda pegang, termasuk tanggung jawab yang harus mereka pikul.

Arahan ini patut dilakukan karena bisa jadi ada perubahan di departemen yang kini Anda pimpin. Selain itu, sampaikan harapan harapan Anda untuk mereka. Misalnya Anda menginginkan copywriter agar bisa lebih proaktif dalam melakukan survei untuk kepentingan kampanye yang baru.

Anda juga bisa meminta staf yang paling berpengalaman untuk mengambil tanggung jawab yang lebih banyak.

Pahami bawahan

Tak hanya menyampaikan harapan, sebagai atasan, Anda juga harus mencoba mengenali karakter masing-masing anak buah dan memahaminya. Ini penting agar Anda bisa membantu mereka menampilkan kekuatan terbaiknya tanpa harus merasa tertekan.

Selain itu, berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan pandangan atau masukan demi kebaikan departemen yang Anda pimpin. Minta mereka juga untuk memberikan solusinya agar masalah yang ada bisa dipecahkan bersama.

Buat batasan

Karena Anda dulunya berada dalam satu level bersama bawahan Anda yang sekarang, Anda harus mulai memikirkan batasan pergaulan Anda dengan mereka. Tanyakan kepada diri Anda sendiri, apakah Anda masih bisa keluar dan bersenang-senang bersama mereka setelah pulang kerja? Apakah Anda masih bisa bergurau dengan mereka seperti dulu?

Memang, tak ada jawaban baku untuk hal ini, tapi satu hal yang jelas ialah, Anda harus bisa membuat batasan antara atasan dan bawahan. Misalnya saja, jika dulu masih menjadi bawahan, Anda sering mengeluh kepada rekan kerja tentang atasan atau kebijakan perusahaan.

Namun, kini karena Anda bagian dari tim manajemen, maka Anda tidak boleh lagi melakukannya. Jika ada masalah, maka Anda harus menyikapinya dengan bijak, misalnya dengan memberikan semangat, panduan, dan meyakinkan bawahan bahwa semuanya akan bisa dikendalikan.

Jangan punya anak emas

Salah satu rekan kerja Anda mungkin saja adalah teman dekat atau sahabat Anda. Namun, sebagai atasan, Anda harus bisa memperlakukan setiap staf dengan sama rata dan kepedulian yang juga sama.

Jika Anda hanya memberikan tugas tertentu kepada satu atau beberapa staf favorit Anda, maka hal tersebut bisa menimbulkan kecemburuan. Anda juga bisa dianggap mengabaikan talenta yang dimiliki staf yang lain.

Lagi pula tugas Anda sebagai atasan membuat setiap bawahan bekerja dengan produktivitas yang tinggi dan masing-masing memiliki beban kerja yang sepantasnya.

Bersikap tegas jika perlu

Beberapa bawahan bisa saja mengabaikan perintah Anda atau terlambat menyelesaikan pekerjaannya. Jika ini terjadi, Anda harus bersikap tegas pada mereka.

Tanyakan mengapa mereka bersikap seperti itu. Jika Anda anggap alasannya kurang kuat, Anda harus menegaskan kembali tugas mereka. Bahkan, untuk bawahan yang mungkin sudah Anda kenal bertahun- tahun, Anda harus tetap tegas agar tak menimbulkan kecemburuan staf yang lain.

Ini juga menjadi ujian bagi kredibilitas Anda sebagai pemimpin untuk mampu membimbing semua karyawannya mencapai tujuan bersama.

Cari bimbingan

Tak peduli seberapa hebatnya Anda, Anda harus tetap berkonsultasi dengan orang-orang yang pernah menduduki jabatan seperti Anda. Tanyakan kepada mereka yang berhasil memotivasi dan mendorong anak buahnya untuk mencapai tujuan bersama, bagaimana langkah-langkah untuk bisa sukses berkomunikasi dan membimbing stafnya.

Yang harus Anda ingat, menjadi supervisor atau manajer adalah langkah pertama Anda menuju puncak karier. Jadi, jangan sampai kerja Anda sebagai atasan untuk pertama kalinya dinilai buruk oleh manajemen perusahaan. (fn/z2k/uk)