Showing posts with label International. Show all posts
Showing posts with label International. Show all posts

Saturday, May 12, 2018

Keluar dari Perjanjian Nuklir, Merkel Kutuk Trump

Keluar dari Perjanjian Nuklir, Merkel Kutuk Trump

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden AS
Donald Trump. Merkel mengutuk keputusan Trump keluar
 dari perjanjian nuklir Iran

BERLIN- Kanselir Jerman sekaligus Pemimpin Demokrat Kristen (CDU), Angela Merkel, mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mundur dari perjanjian nuklir Iran. Hal itu diungkapkannya saat berbicara di konvensi gereja Katolik tahunan di Muenster.

Menurut Merkel langkah Washington adalah alasan untuk merasa khawatir, serta alasan untuk merasa menyesal. Dia mengkritik bahwa keputusan untuk secara sepihak mengakhiri perjanjian internasional yang penting tersebut tidak dibenarkan seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (12/5/2018).

Dalam percakapan telepon sebelumnya dengan presiden Iran Hassan Rouhani, Merkel bergabung dengan perwakilan dari Prancis dan Inggris. Ketiganya menekankan bahwa negaranya tetap berkomitmen pada ketentuan perjanjian nuklir.

Kesepakatan penting untuk mengakhiri program senjata nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi ditandatangani pada tahun 2015.

Menurut juru bicara resmi Merkel, Steffen Seibert, kanselir Jerman itu mengusulkan pembicaraan baru yang membahas program rudal balistik Iran sebagai sarana potensial untuk menyelamatkan kesepakatan itu. Selain itu, ia mendesak Teheran untuk membantu deeskalasi konflik spiral di Timur Tengah.

Merkel menekankan bahwa nasib kesepakatan nuklir Iran adalah masalah perang dan perdamaian, menyoroti laporan permusuhan baru antara pasukan Iran dan Israel di perbatasan Suriah-Israel.

Sementara itu, Washington, bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA), telah mengaktifkan kembali sanksi ekonomi pertama terhadap Iran.

Menteri Jerman untuk ekonomi Peter Altmaier memperingatkan bahwa pemerintahnya tidak memiliki sarana hukum untuk melindungi atau mengecualikan perusahaan Jerman dari dampak keuangan sanksi AS.

Sebaliknya, rekannya asal Prancis Bruno Le Maire menyatakan keyakinannya bahwa perdagangan Prancis dengan Iran akan terus tanpa gangguan dan mendesak masyarakat internasional untuk tidak menerima klaim Washington atas peran sebagai polisi ekonomi dunia.

Perwakilan Prancis, Inggris dan Jerman dijadwalkan mengadakan pembicaraan darurat terkait dengan Iran pada awal pekan depan.

(ian)
Demi Rekor Dunia, Las Vegas Tuan Rumah Pesta Seks 1.000 Orang

Demi Rekor Dunia, Las Vegas Tuan Rumah Pesta Seks 1.000 Orang

Organisasi bernama Menage Life ingin gelar pesta asusila
terbesar di dunia di Las Vegas, Amerika Serikat, bulan depan

NEVADA - Kota Las Vegas, Amerika Serikat (AS) akan menjadi tuan rumah untuk pesta seks terbesar di dunia dengan peserta diharapkan mencapai lebih dari 1.000 orang. Acara "gila" demi memecahkan rekor dunia ini diselenggarakan Menage Life bulan depan.

Pihak penyelenggara menyatakan, sudah ratusan orang siap datang ke Las Vegas untuk memecahkan rekor dunia tersebut.

Menurut penyelenggara, para peserta dapat "bermain" hanya dengan pasangan mereka—atau dengan peserta lain dengan memberikan persetujuan bersama.

Harga tiket pesta sebesar USD200 untuk yang pasangan dan USD25 untuk seorang wanita lajang. Namun, penyelenggara mengatakan mereka akan membuat beberapa pengecualian untuk pria terhormat yang menghadiri dengan pasangan atau secara berkelompok.

Rekor dunia yang akan dipecahkan Menage Life itu bagian dari festival Sin City 8.

Catatan yang didokumentasikan saat ini untuk pesta terbesar di dunia dilaporkan mencapai 500 orang (250 pasangan), yang diselenggarakan di Jepang pada tahun 2007.

Menage Life menyatakan, pesta di Las Vegas berlangsung pada malam 2 Juni. Penyelenggara itu berjanji akan "meledakkan" angka atau jumlah peserta.

"Kami mengantisipasi 1.000 lebih untuk acara monumental ini," kata organisasi itu di situs yang dilansir Mirror, Jumat (11/5/2018). "Ini adalah Sin City."

Upaya pencatatan rekor dunia ini bagian dari Sin City 8—festival satu hari yang diadakan di Embassy Suites di Swenson Street mulai tanggal 30 Mei 2018.

"Semua peserta harus memiliki pass Sin City 8 untuk berpartisipasi," bunyi keterangan di situs Menage Life.

Rencananya, pesta akan berlangsung antara pukul 17.00 dan pukul 19.00 waktu Las Vegas.

"Anda harus memiliki mitra untuk berpartisipasi dalam upaya rekor dunia. Anda dapat bermain hanya dengan mereka, atau dengan siapa pun yang Anda inginkan, ada kesepakatan bersama yang telah ditetapkan," lanjut penyelanggara dalam situsnya.

"Siapa pun yang melanggar persetujuan tamu lain akan segera dikeluarkan bersama dengan seluruh kelompoknya," imbuh Manage Life.


Otoritas Kota Nevada belum berkomentar terkait rencana penyelenggaraan pesta asusila demi memecahkan rekor dunia ini.
(mas)
PM Mahathir: Diampuni Raja, Anwar Ibrahim Segera Bebas dari Penjara

PM Mahathir: Diampuni Raja, Anwar Ibrahim Segera Bebas dari Penjara

Mahathir Mohamad, 92, menjadi perdana menteri ketujuh
Malaysia sekaligus perdana menteri tertua di dunia. 

KUALA LUMPUR - Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, telah setuju untuk memberikan pengampunan penuh kepada Anwar Ibrahim. Hal ini disampaikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Jumat (11/5/2018).

"Agong telah memberi tahu (sekretaris jenderal DAP-Democratic Action Party) Lim Guan Eng bahwa dia telah setuju untuk memberikan pengampunan penuh kepada Anwar," kata Mahathir dalam konferensi usai pertemuan Dewan Kepresidenan Pakatan Harapan.

"Kami akan melalui proses yang tepat untuk mendapatkan pengampunan untuk Anwar. Ini akan menjadi pengampunan penuh, yang berarti bahwa dia tidak hanya diampuni tetapi segera dibebaskan," ujar Mahathir.

Mahathir yang baru saja memenangkan pemilu ini mengatakan bahwa Pakatan Harapan akan segera memulai proses pengampunan Anwar untuk diformalkan. Pakatan Harapan merupakan faksi politik yang dipimpin Mahathir, yang mengalahkan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak.

Ditanya apakah Anwar akan menjadi menteri di kabinetnya, Mahathir mengatakan bahwa Anwar harus menjadi anggota Parlemen terlebih dahulu. "Itu mungkin butuh waktu lama," katanya, yang dikutip The Star.

Raja Malaysia telah bertemu dengan para pemimpin Pakatan Harapan pada hari Kamis, sebelum memberikan persetujuannya untuk menunjuk Mahathir sebagai perdana menteri ketujuh negara itu.

Sekadar diketahui, Anwar didakwa pada tahun 2008 dengan tuduhan melakukan sodomi. Dia diadili pada tahu 2010 dan 2011. Dia pernah dibebaskan pada Januari 2012.

Namun, pada Maret 2014, pembebasan itu dibatalkan oleh Pengadilan Banding, dan dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

Anwar mengajukan banding ke Pengadilan Federal tetapi tidak berhasil, dan sampai saat ini menjalani hukumannya di Penjara Sungai Buloh.

(mas)
AS Ingin Jadi Mitra Dekat Korut, Bukan Musuh

AS Ingin Jadi Mitra Dekat Korut, Bukan Musuh

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berharap bisa menjadi mitra dekat Korea Utara (Korut) dan bukan menjadi musuh. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mencatat bahwa AS sering dalam sejarah menjadi teman baik dengan mantan musuh.

Pompeo mengatakan ia telah memberi tahu pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un tentang harapan itu selama kunjungan singkatnya ke Pyongyang awal pekan ini. Pompeo telah menyelesaikan rincian pertemuan 12 Juni mendatang antara Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump serta menjamin pembebasan tiga orang Amerika yang dipenjara di negara komunis itu.

Ia mengatakan pembicaraannya dengan Jong-un berjalan hangat, konstruktif, dan baik. Ia juga menegaskan bahwa jika Korut menyingkirkan senjata nuklirnya dengan cara permanen dan dapat diverifikasi, AS bersedia untuk membantu negara miskin itu meningkatkan ekonomi dan kehidupannya menjadi seperti di Korea Selatan (Korsel) yang makmur.

"Kami memiliki percakapan yang baik tentang sejarah kedua negara kami, tantangan yang kami hadapi di antara kami," kata Pompeo pada konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Korsel, Kang Kyung-wha. 

"Kami berbicara tentang fakta bahwa Amerika sering dalam sejarah memiliki musuh yang sekarang kita menjadi mitra dekat dan harapan kami bahwa kami dapat mencapai hal yang sama sehubungan dengan Korea Utara," imbuhnya seperti dikutip dari AP, Sabtu (12/5/2018).

Ia tidak menyebut nama mantan musuh AS, tetapi Pompeo dan yang lain sering mencatat bahwa AS memainkan peran utama dalam membangun kembali Jepang dan kekuatan sumbu Eropa di tengah-tengah Perang Dunia Kedua. Dengan bantuan AS, negara-negara itu pulih dari kehancuran konflik.

"Jika Korea Utara mengambil tindakan berani untuk denuklirisasi dengan cepat, Amerika Serikat siap untuk bekerja dengan Korea Utara untuk mencapai kemakmuran setara dengan teman-teman Korea Selatan kami," katanya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha memuji pertemuan antara Trump dan Jong-un yang akan datang di Singapura sebagai peluang "bersejarah". Tetapi ia juga menambahkan beberapa catatan skeptisisme. Di tengah kekhawatiran bahwa Korut akan menuntut AS menarik pasukannya dari Korsel, Kang menekankan bahwa kehadiran militer AS di sana harus menjadi masalah bagi aliansi AS-Korsel pertama dan terutama.

Ia mengatakan kehadiran pasukan AS di Korsel selama 65 tahun terakhir telah memainkan peran penting untuk pencegahan, perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea. Karena itu, katanya, perubahan apa pun dalam ukuran pasukan AS di Korsel seharusnya tidak ada di meja di pertemuan.

"Beberapa minggu ke depan akan menjadi penting, membutuhkan koordinasi yang ketat antara kedua negara kami," kata Kyung-wha, mencatat bahwa Presiden Korsel Moon Jae-in akan berada di Washington untuk bertemu Trump akhir bulan ini.

Sejak Trump mengumumkan rencana untuk mengadakan pertemuan puncak dengan Jong-un, pertanyaan-pertanyaan terus diajukan tentang apakah kedua pemimpin memiliki tujuan yang sama dalam pikiran ketika mereka berbicara tentang denuklirisasi. Untuk AS, itu berarti Korut menyerahkan senjata nuklir yang telah dibangunnya. Namun Korut mengatakan bersedia berbicara sekarang karena telah berhasil menjadi negara bersenjata nuklir, yang memicu skeptisisme bahwa Korut akan benar-benar bersedia menyerahkan senjata-senjata itu.

Pompeo mengatakan perlunya denuklirisasi "menyeluruh" dan "dapat diverifikasi" yang akan menghapus Korut sebagai ancaman terhadap Korsel, AS dan seluruh dunia. Ia mengatakan pengawasan dan pemantauan rezim Korut secara besar-besaran akan diperlukan untuk memastikan kepatuhan Pyongyang.

"Saya pikir ada kesepakatan lengkap tentang apa tujuan akhirnya," kata Pompeo, meskipun ia menolak untuk memberikan lebih banyak rincian.

(ian) - Koransindo
Ulama Top Iran Sebut Tel Aviv Hancur jika Israel Bertindak Tolol

Ulama Top Iran Sebut Tel Aviv Hancur jika Israel Bertindak Tolol

Ulama terkemuka Iran, Ahmad Khatami, sebut Tel Aviv
dan Haifa akan hancur jika Israel bertindak tolol

TEHERAN - Seorang ulama terkemuka Iran mengatakan bahwa Tel Aviv dan Haifa akan hancur jika Israel berperilaku "tolol". Sementara itu, pemerintah Teheran berjanji akan meningkatkan pembuatan rudal meskipun ada kecaman dari Barat. 

Komentar ulama bernama Ahmad Khatami itu disampaikan dalam khotbah salat Jumat di Universitas Teheran yang disiarkan stasiun televisi pemerintah. Pada hari yang sama, ribuan warga Iran turun ke jalan dalam demo anti-Israel dan anti-Amerika Serikat (AS).

"Kami akan memperluas kemampuan rudal kami meskipun ada tekanan Barat (untuk mengekangnya) untuk membiarkan Israel tahu bahwa jika (negara) itu bertindak tolol, Tel Aviv dan Haifa akan hancur total," kata Khatami yang dikutip Reuters, Sabtu (12/5/2018).

Sebelumnya, militer Israel mengklaim telah menghancurkan sebagian besar aset militer Iran di Suriah dalam serangan Kamis dini hari. Serangan sekitar 70 rudal itu dengan dalih sebagai pembalasan atas tembakan 20 roket Iran ke Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Khatami juga mengecam AS setelah Presiden Donald Trump pada Selasa lalu mengumumkan penarikan diri Washington dari kesepakatan nuklir Iran—yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Menurut ulama tersebut, tindakan Trump menjadi bukti bahwa AS tidak dapat dipercaya.

"Para penandatangan Eropa ini juga tidak dapat dipercaya ... musuh-musuh Iran tidak dapat dipercaya," ujar Khatami.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pada Kamis pagi, jet tempur F-15 dan F-16 membombardir basis-basis Iran di Suriah dengan lebih dari 60 rudal. Serangan besar-besaran ini dilaporkan menewaskan sekitar 23 orang.

 - Koransindo