Kebiasaan
menghisap mariyuana atau ganja bukan cuma merugikan kesehatan tapi juga
"kejantanan". Studi teranyar menyebutkan dalam jangka panjang, para
penghisap ganja bisa mengalami gangguan fungsi seksual.
Riset yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine ini
menyebutkan para pria yang sudah sejak muda menghisap ganja akan
mengalami gangguan ereksi di masa mendatang. "Ini bisa jadi peringatan
bagi para remaja yang ingin mencoba mariyuana," kata Rany Shamloul,
peneliti dari Kanada.
Saat ini diperkirakan 162 juta orang di
seluruh dunia menggunakan mariyuana. Lebih dari 22 juta di antaranya
menghisapnya setiap hari.
Studi mengenai seks dan mariyuana
sudah sejak lama menarik perhatian para ahli namun hasilnya
berbeda-beda. Misalnya studi yang dilakukan tahun 1970 yang mengatakan
daun ganja memiliki efek seperti "obat cinta". Dalam studi yang
dilaporkan tahun 1982 menyebutkan, 75 persen pria penghisap ganja
mengatakan gairah mereka meningkat setelah menghisap ganja.
Di lain pihak, studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of Psychoactive Drugs menemukan
disfungsi ereksi atau impotensi dua kali lebih sering terjadi pada
pengguna ganja. Sementara itu studi lain mengungkapkan dalam dosis kecil
mariyuana bisa meningkatkan libido namun jika berlebihan efeknya
sebaliknya, yakni gangguan ereksi.
Namun menurut Rany Shamloul,
riset-riset mengenai seks dan mariyuana itu tidak menggunakan teknik
pengukuran yang valid. Masing-masing peneliti menggunakan pertanyaan
yang berbeda ketika melakukan survei.
Pada tahun 2010 sebuah studi yang dimuat dalam jurnal European Urology menemukan reseptor tetrahydrocannabinol (THC),
bahan aktif dalam mariyuana, pada jaringan penis lima pasien pria dan
enam monyet rhesus. Reseptor ini paling banyak ditemukan pada jaringan
lunak di bagian penis.
"Ini bisa menimbulkan dampak yang serius
berupa impotensi karena 70-80 persen jaringan penis terdiri dari otot
yang lunak," kata Shamloul.
Bukti lain adalah studi yang
dilakukan Sharon Johnson, dari University of Missouri, St.Louis. Ia
menemukan para pengguna mariyuana punya risiko lebih besar mengalami
gangguan orgasme dan menderita nyeri ketika berhubungan seksual.
"Orang yang memakai mariyuana lebih fokus pada apa yang terjadi di
bagian atas dibanding yang terjadi di tubuh bagian bawah," kata Johnson.
Sumber : LiveScience



0 comments:
Please comment and your comments are very useful for the development of this blog. Do not forget to comment ethics, and do not waste time trying to spam. Thank You!