Kemenangan Chelsea pada laga final Liga Champions dikecam oleh para
petinggi sepakbola Jerman. Permainan pragmatis yang diterapkan Roberto
Di Matteo dinilai tidak memberikan permainan sepakbola yang menyerang
sehingga dianggap kurang pantas merebut gelar juara.
Direktur olahraga Timnas Jerman, Matthias Sammer, tampak sangat kesal terhadap kemenangan Chelsea atas Bayern Munich pada laga final Liga Champions, Sabtu 19 Mei 2012 atau Minggu dini hari WIB. Menurutnya kemenangan klub London itu tidak adil.
Sammer adalah salah satu punggawa Borussia Dortmund saat menjuarai Liga Champions 1997. Dan pria berusia 44 tahun itu tampaknya kecewa dengan permainan di final 15 tahun kemudian yang menghasilkan The Blues sebagai sang juara usai menang di drama adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit.
"Jika ini adalah masa depan sepakbola, maka ini adalah bencana," ujar Sammer usai laga, seperti yang dikutip Associated Sport.
"Sangat tidak adil jika tim yang bermain seperti Chelsea bisa memenangkan gelar," imbuhnya kesal.
Tidak hanya Sammer yang berkomentar soal laga tersebut, pelatih Timnas Jerman, Joachim Loew, pun menilai Munich adalah tim yang lebih baik di partai puncak tadi.
"Mereka adalah tim yang lebih baik dari Chelsea sepanjang 120 menit dan memiliki peluang lebih baik. Sepakbola kadang-kadang memang brutal," ujar Loew.
"Meski kalah, saya ingin memberikan selamat pada Bayern karena menjalankan musim Liga Champions yang baik. Bayern memberikan kami permainan yang luar biasa, terutama saat menghadapi Madrid," lanjut Loew yang dikutip situs resmi Munich.
Sepanjang 120 menit, Munich benar-benar mengunci pertahanan Chelsea, yang hanya bisa membalas lewat serangan balik atau bola-bola mati. Namun tandukan Didier Drogba jelang 90 menit usai cukup untuk mengejar gol Thomas Muller dan membawa pertandingan sampai babak adu penalti.
Pada babak tos-tosan itu, Juan Mata gagal menceploskan bola sedangkan dua eksekutor Munich, Ivica Olic dan Bastian Schweinstiger, gagal karena tendangannya ditepis oleh Petr Cech yang tampil gemilang.
Direktur olahraga Timnas Jerman, Matthias Sammer, tampak sangat kesal terhadap kemenangan Chelsea atas Bayern Munich pada laga final Liga Champions, Sabtu 19 Mei 2012 atau Minggu dini hari WIB. Menurutnya kemenangan klub London itu tidak adil.
Sammer adalah salah satu punggawa Borussia Dortmund saat menjuarai Liga Champions 1997. Dan pria berusia 44 tahun itu tampaknya kecewa dengan permainan di final 15 tahun kemudian yang menghasilkan The Blues sebagai sang juara usai menang di drama adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit.
"Jika ini adalah masa depan sepakbola, maka ini adalah bencana," ujar Sammer usai laga, seperti yang dikutip Associated Sport.
"Sangat tidak adil jika tim yang bermain seperti Chelsea bisa memenangkan gelar," imbuhnya kesal.
Tidak hanya Sammer yang berkomentar soal laga tersebut, pelatih Timnas Jerman, Joachim Loew, pun menilai Munich adalah tim yang lebih baik di partai puncak tadi.
"Mereka adalah tim yang lebih baik dari Chelsea sepanjang 120 menit dan memiliki peluang lebih baik. Sepakbola kadang-kadang memang brutal," ujar Loew.
"Meski kalah, saya ingin memberikan selamat pada Bayern karena menjalankan musim Liga Champions yang baik. Bayern memberikan kami permainan yang luar biasa, terutama saat menghadapi Madrid," lanjut Loew yang dikutip situs resmi Munich.
Sepanjang 120 menit, Munich benar-benar mengunci pertahanan Chelsea, yang hanya bisa membalas lewat serangan balik atau bola-bola mati. Namun tandukan Didier Drogba jelang 90 menit usai cukup untuk mengejar gol Thomas Muller dan membawa pertandingan sampai babak adu penalti.
Pada babak tos-tosan itu, Juan Mata gagal menceploskan bola sedangkan dua eksekutor Munich, Ivica Olic dan Bastian Schweinstiger, gagal karena tendangannya ditepis oleh Petr Cech yang tampil gemilang.



0 comments:
Please comment and your comments are very useful for the development of this blog. Do not forget to comment ethics, and do not waste time trying to spam. Thank You!