![]() |
|
Esemka Rajawali
|
Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) tengah menyusun kriteria pengembangan mobil
nasional (mobnas) berkapasitas mesin di bawah 1.000 cc.
"Kemenperin masih membuat syarat-syarat mobil nasional dan meminta
produsen mobil nasional untuk meningkatkan tingkat kandungan dalam
negeri (TKDN)," kata Menteri Perindustrian M.S Hidayat di Jakarta,
Senin (28/5).
Selama ini, kata dia, TKDN untuk komponen mobil nasional sekitar
30--80 persen, hanya mesin dan transmisi yang masih diimpor dari China.
Hidayat mengatakan bahwa pemerintah mengharapkan Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) membantu permodalan bagi produsen mobil nasional.
"Industri otomotif adalah industri padat modal, harus ada BUMN dan
pihak swasta yang berinvestasi. Dibutuhkan Rp3 triliun untuk investasi
mobil nasional di bawah 1.000 cc," paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kondisi ekonomi global yang
dibayang-bayangi krisis merupakan peluang dalam menciptakan pasar mobil
nasional.
"Diperkirakan harga mobil nasional di bawah 10.000 dolar Amerika
Serikat dan diperlukan jaringan 'after sales service' yang memadai agar
produk tersebut diterima masyarakat," ujarnya.
Hidayat mengatakan bahwa mobil nasional Esemka tidak akan mampu
bersaing dengan produk dari prinsipal Jepang jika kapasitas mesinnya
1.500 cc. "Saya mengimbau kepada prinsipal besar, seperti Toyota dan
Daihatsu, untuk tidak membuat mobil di bawah 1.000 cc," katanya.
Mobil Esemka yang memiliki mesin 1.500 cc, menurut dia, akan sulit
diterima pasar karena masyarakat banyak yang memilih mobil dengan
kapasitas mesin seperti Esemka dari produsen Jepang.
Redaktur: Yudha Manggala P Putra
Sumber: Antara



0 comments:
Please comment and your comments are very useful for the development of this blog. Do not forget to comment ethics, and do not waste time trying to spam. Thank You!