KIEV– Atletico Madrid menjadi pelengkap kisah sukses sepak bola Spanyol menguasai kompetisi Eropa. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, wakil Spanyol berhasil mendulang enam gelar Liga Europa dan enam trofi Liga Champions.
Atletico menambah lemari trofinya setelah tanpa kesulitan berarti menundukkan Olympique Marseille tiga gol tanpa balas di Parc Olym pique Lyonnais, Kamis (17/5) dini hari. “Ini adalah kemenangan untuk semua yang kami perjuangkan dan kerja keras kami,” kata Pelatih Atletico Diego Simeone, dikutip dari situs resmi UEFA. Liga Europa bisa disebut sebagai rumah untuk Atletico.
Mereka kini menjadi tim dengan koleksi trofi Liga Europa terbanyak kedua bersama Inter Milan, Juventus, dan Liverpool. Sevilla menjadi kolektor gelar terbanyak dengan lima trofi. “Kami telah menemukan kembali diri kami di kompetisi ini,” kata Simeone. Butuh empat tahun untuk Simeone mengakhiri dahaga gelar Los Rojiblancos .
Waktu yang cukup lama karena dalam tiga tahun pertama periode kepelatihannya, dia sudah memberikan enam gelar. Rinciannya, Primera Liga (1), Liga Europa (2), Copa del Rey (1), Piala Super Spanyol (1), dan Piala Super Eropa (1). Penyerang Atletico Antoine Griezmann menjadi bintang pertandingan. Dia mencetak dua gol pembuka masing-masing pada menit ke-21 dan ke-49.
Satu gol lagi dikemas Gabi satu menit sebelum pertandingan bubar. Penampilan impresif itu justru memunculkan spekulasi terkait masa pemain asal Prancis itu bersama Atletico musim depan. Setidaknya ada lima klub yang dikaitkan dengan Griezmann. Mulai dari Barcelona, Real Madrid, sampai Manchester United, Chelsea, dan Paris Saint- Germain.
Situasi semakin tak pasti karena Simeone tak bisa memberi garansi. “Apa pun keputusannya, saya sangat bahagia. Karena, dia telah memberikan segalanya. Jika tetap di Wanda Metropolitan, saya akan sangat senang. Jika dia pergi, saya sangat bersyukur dengan apa yang telah dia lakukan,” sebut Simeone.
Griezmann juga menolak berkomentar tentang masa depannya. Striker yang sudah mencetak 164 gol untuk Atletico di semua ajang tersebut mengatakan belum waktu yang tepat untuk berbicara tentang masa depannya. Dia mengaku masih ingin menikmati kemenangan.
“Sejujurnya, ini adalah mimpi saya mendapatkan trofi bersama Atletico, pelatih (Simeone), dan rekan satu tim. Tim memperlihatkan kekuatannya dari laga ke laga dan tahun ke tahun,” tutur pemain berusia 27 tahun tersebut. Situasi Griezmann berbeda dengan Fernando Torres. Mantan pemain Chelsea dan Liverpool itu dipastikan akan meninggalkan Atletico.
Trofi Liga Europa menjadi akhir indah untuk Torres bersama tim yang dibelanya sejak kecil. Torres sudah menjadi fans Los Rojiblancos sejak usia 5 tahun. Dia kemudian bergabung di akademi klub kemudian menjalani debut di tim utama pada usia 17 tahun. “Sulit mengungkapkan bagaimana perasaanku sekarang, karena ini adalah mimpiku sejak kecil,” sebut Torres.
Torres menilai Liga Europa adalah trofi yang paling penting sepanjang kariernya. Dia sebelumnya sudah mendapatkan Liga Champions, Piala FA, Liga Europa bersama Chelsea serta Piala Dunia dan Piala Eropa bersama timnas Spanyol.
“Saya beruntung karena mendapatkan banyak trofi. Tapi, semua terasa berbeda jika mendapatkan apa yang diinginkan sejak kecil. Ini adalah mimpiku, menjadi juara bersama tim yang saya bela semenjak kecil,” tandasnya.
maruf



0 comments:
Please comment and your comments are very useful for the development of this blog. Do not forget to comment ethics, and do not waste time trying to spam. Thank You!