Showing posts with label Technology. Show all posts
Showing posts with label Technology. Show all posts

Tuesday, April 17, 2018

Gelang Pelindung Wanita dari Serangan Seksual Resmi Diproduksi

Gelang Pelindung Wanita dari Serangan Seksual Resmi Diproduksi

ALABAMA - Maraknya kejahatan terhadap kaum wanita menarik perhatian para peneliti dan ahli teknologi, alhasil seorang mahasiswa Universitas Alabama telah berhasil memproduksi gelang pintar yang dapat mencegah serangan seksual pada pemakainya.

Jayun Patel sang pencipta perhiasan canggih mengatakan gelang itu dilengkapi dengan alat yang memonitor setiap gerakan dan mendeteksi perubahan pada tubuh pemakainya sebelum mengirim sinyal bahwa serangan sedang terjadi.

Sinyal akan mengingatkan polisi atau salah satu pihak yang ada di daftar nama pengguna begitu mendeteksi bahwa individu tersebut dilecehkan.

Gelang itu juga menghasilkan suara yang kuat dan memancarkan cahaya merah untuk menakut-nakuti penyerang atau menarik perhatian ke kerumunan.

Selain Patel, peneliti yang terlibat dalam pengembangan gelang adalah Associate Professor, Dr. Ragib Hasan. Menurut Dr. Ragib, produksi gelang diharapkan untuk melindungi pemakainya dari serangan seksual sering di kampus-kampus seperti di universitas.

"Tantangan besar untuk mencegah serangan adalah bahwa para korban seringkali sulit untuk melarikan diri untuk meminta bantuan," katanya.

Dr. Hasan mengatakan gelang itu juga dilengkapi dengan Adafruit Circuit Playground, detektor tekanan, Global Positioning System (GPS) dan Mikrofon.

Gelang juga dapat mendeteksi apakah pemakainya dalam posisi berdiri atau menghalangi.

Dia menambahkan bahwa jika detektif itu ditemukan dalam bahaya, gelang itu akan menghubungkannya ke smartphone melalui Bluetooth dan segera mengirim pesan ke pihak darurat selain informasi tentang lokasi pengguna.

Gelang ini masih dalam bentuk prototipe dan diperkirakan akan dijual seharga kurang dari USD 40 (Rp 550ribuan).
(wbs)
 

SindoNews.com
Huawei Pecahkan Rekor Harga Smartphone Termahal di Dunia

Huawei Pecahkan Rekor Harga Smartphone Termahal di Dunia

BEIJING - Bukan rahasia lagi bahwa Huawei akan memperkenalkan smartphone Huawei P20 dan P20 Pro pada hari ini. Namun yang tidak diketahui adalah kehadiran smartphone premium ketiganya, yakni Porsche Design Huawei Mate RS.

Ini adalah salah satu smartphone paling canggih dan termahal yang pernah diumumkan sejauh ini. Huawei Mate RS hadir dengan chip Kirin 970, baterai 4.000 mAh, dan pengaturan kamera triple di belakangnya, termasuk sensor gambar 40 MP. Semua spesifikasinya mirip dengan P20 Pro.

Yang membedakan layarnya OLED 6 inci sehingga menampilkan kesan mewah dengan lekukan melengkung. Canggihnya lagi, pembaca sidik jarinya dibenamkan ke dalam layarnya yang luas.

Di bagian dalam, Huawei juga memiliki pengisian nirkabel cepat dan berteknologi mikrokapsul PCM dengan membawa memori internal seluas 256 GB atau 512 GB. Ponsel bakal dibalut warna hitam atau merah.

Huawei juga telah menambahkan pemindai sidik jari kedua pada Mate RS. Diposisikan di belakang, dapat digunakan untuk membuka kunci ponsel atau meluncurkan area aman dari memori ponsel untuk file pribadi penggunanya.

Harganya fantastis! Porsche Design Huawei Mate RS untuk model penyimpanan RAM 6 GB + 256 GB dilego seharga Rp29 juta. Sedangkan kapasitas 512 GB dilepas dengan harga selangit, yakni Rp35,6 juta.

Dengan demikian, harga flagship Samsung terbaru yakni duo Galaxy S9 dan Apple melalui iPhone X kalah telak dibanding dua varian baru dari Huawei tersebut. Apakah Anda tertarik membelinya?
(mim)
 
SindoNews.com

Monday, April 16, 2018

Facebook: Banyak Pengguna Belum Mengganti Aturan Privasi

Facebook: Banyak Pengguna Belum Mengganti Aturan Privasi

JAKARTA - Bagi sebagian besar orang di dunia, skandal Cambride Analityca merupakan hal yang sangat mengejutkan. Mereka pun menuntut kepada pihak Facebook untuk membereskan kasus yang melibatkan lebih dari 87 juta korban tersebut.
Bahkan, kampanye #DeleteFacebook muncul di berbagai media sosial sebagai bentuk protes, lantas adakah perubahan yang terjadi setelah semua gerakan ini terjadi?
Sayangnya, hal tersebut masih belum ada dampak nyatanya. Meski pihak Facebook telah memberikan kemudahan bagi para pengguna Facebook untuk mengatur privasi mereka, namun hasilnya hampir tidak ada sama sekali.
“Kami belum melihat perubahan perilaku liar dengan orang-orang yang mengatakan saya tidak akan berbagi data dengan Facebook lagi,” ujar VP solusi pemasaran global Facebook Carolyn Everson, seperti dikutip dari laman Tech Crunch, Senin (16/4/2018).
Everson menambahkan, jika mayoritas pengguna Facebook bahkan tidak mengubah pengaturan mereka di media sosialnya.
Di sisi lain, salah satu analis bernama David Seaburg menyatakan berdasarkan studi yang dilakukan bersama timnya, interaksi pengguna Facebook sama sekali tidak mengendur sama sekali.
"Engagement masih mampu bertahan. Pemasang iklan juga masih bergeming. Menurut saya, pemasukkan Facebook akan memuaskan,” ujar David. “Ini juga bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan nilai saham agar terus melambung tinggi."
Carolyn pun setuju dengan David dan menyebutkan pihaknya tidak akan melakukan perubahan model bisnis apapun terkait efek ini. Dan jika ditanyakan mengenai penjualan iklan, Everson mengatakan perusahaannya tidak melihat adanya kerterkaitan antara undang-undang privasi yang lebih ketat dengan pengguna yang memilih untuk keluar dari platform mereka.
Sedangkan jika berbicara mengenai hasil pertemuan antara anggota kongres Amerika dan CEO Facebook Mark Zuckerberg adalah dengan membuat undang-unadng privasi yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan privasi konsumen.
Awal pekan ini, dua senator memperkenalkan UU CONSENT, yang akan memberi FTC kemampuan untuk menegakkan peraturan privasi yang ditujukan untuk platform online. Dan setelah mengikuti dengar pendapat Mark Zuckerberg, dua senator lainnya mengumumkan rencana untuk memperkenalkan seperangkat aturan perlindungan privasi mereka sendiri.
Selain itu, Zuck pun setuju untuk bekerja dengan Kongres tentang undang-undang yang akan mengatur platform seperti Facebook. (chn)
(kem)
Okezone
Nur Chandra Laksana, Jurnalis 
Google Beli Bisnis Layanan Internet di Pesawat Milik Nokia?

Google Beli Bisnis Layanan Internet di Pesawat Milik Nokia?

JAKARTA Google dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan Nokia untuk membeli divisi broadband di pesawat terbang. Bisnis ini sebagai bagian dari layanan internet berkecepatan tinggi di dalam pesawat terbang.
Dilansir Computing, menurut laporan Bloomberg, raksasa teknologi asal Amerika itu ingin memanfaatkan sistem broadband Nokia untuk mengubah teknologi konektivitas penerbangannya sendiri.
Sumber-sumber dengan pemahaman tentang situasi percaya bahwa perusahaan telah mencapai tahap perundingan yang maju dan dapat menyetujui kesepakatan itu dengan segera. Namun, mereka belum mencapai kesepakatan resmi, yang berarti bahwa kesepakatan tersebut tidak dapat dilanjutkan. Tidak ada perusahaan yang mengomentari spekulasi itu.
Nokia diketahui telah menawarkan sistem seluler berbasis LTE A2G selama beberapa tahun. Ini menciptakan koneksi internet di udara dengan berkomunikasi dengan jaringan berbasis tanah, bukan satelit ruang angkasa.
"Sistem seluler berbasis Nokia LTE A2G menciptakan hubungan langsung antara pesawat dan tanah sehingga meniadakan lompatan delay ke satelit," tulis Nokia di situs webnya.
Perusahaan mengklaim bahwa pendekatan ini "memungkinkan layanan internet berkecepatan tinggi di dalam kabin menggunakan Wi-Fi untuk penumpang yang selalu aktif". Perusahaan juga mengatakan bahwa sistem ini lebih "efektif" dan terjangkau daripada sistem berbasis satelit.
Walaupun Google belum mengembangkan sistem dalam penerbangan yang nyata, mereka tampaknya ingin mengubah saat ini. Seperti diketahui, mengakses internet di pesawat kini memang sulit, tetapi ada peluang bisnis yang jelas.

(ahl)
Okezone
Ahmad Luthfi, Jurnalis
Apple Ternyata Punya iPhone X Edisi Emas, Ini Penampakannya!

Apple Ternyata Punya iPhone X Edisi Emas, Ini Penampakannya!


JAKARTA - Apple dikabarkan telah merencanakan untuk meluncurkan sebuah edisi khusus dari iPhone X. Hal ini terkuak setelah FCC mempublikasikan foto terkait dari rencana Apple tersebut.
Dari foto tersebut, terlihat sebuah perangkat yang ditengarai merupakan iPhone X milik Apple. Namun yang paling membuat perangkat tersebut menarik adalah warnanya yang tidak biasa, yakni berkelir emas.
Mengutip dari laman 9to5Mac, Senin (16/4/2018), perangkat purwa rupa tersebut memiliki body besi tahan karat berkelir warna emas di sekeliling perangkat tersebut. Sedangkan di bagian belakang terlihat menggunakan warna emas yang lebih transparan di atas lapisan kaca.
Yang membuat banyak pihak yakin jika perangkat ini adalah perangkat spesial dikarenakan kode A1903 yang disematkan dalam pendaftaran perangkat tersebut. Sedangkan iPhone yang beredar memiliki kode A1865, A1901, dan A1902.
Tapi, ada sedikit hal aneh yang ditemukan dalam penjelasan pihak FCC. Mereka mengatakan jika perangkat ini akan menggunakan panel LCD. Padahal semua iPhone yang beredar saat ini menggunakan panel OLED.
FCC juga mengatakan bahwa produk ini diajukan pada September atau Oktober 2017 dan akan diluncurkan pada April mendatang. Dalam keterangan juga dikabarkan jika perangkat ini hanya akan diedarkan di negara Eropa saja.
Sayangnya, hingga detik ini, perusahaan asal Cupertino tersebut masih belum meluncurkan perangkat ini. Ini berarti, bisa saja ini merupakan sebuah perangkat percobaan yang gagal untuk diluncurkan. (chn)

Okezone
Nur Chandra Laksana, Jurnalis