Showing posts with label National. Show all posts
Showing posts with label National. Show all posts

Friday, May 18, 2018

Ramadan dan Jihad Melawan Teror

Ramadan dan Jihad Melawan Teror


Umat Islam kembali memasuki bulan suci Ramadan. Sepekan men jelang Ramadan, publik Tanah Air dikejutkan dengan adanya aksi teror beruntun: teror Mako Brimob Depok, ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, di Sidoarjo, dan di Mapolrestabes Surabaya. 

Aksi biadab ini setidaknya merenggut nyawa 25 orang, baik dari pelaku maupun polisi dan masyarakat di lokasi kejadian. Keamanan dan kenyamanan warga menjadi terusik dan di - liputi kabut pekat rasa ke takutan, padahal dalam beribadah Ramadan sangat diperlukan kedamaian, ketenangan, dan kekhusyukan. Mengapa aksi keji yang tidak berperikemanusiaan itu terjadi lagi? Mengapa kejahatan kemanusiaan itu menghantui dan menakuti warga masyarakat dan bangsa menjelang bulan suci Ramadan? Bagaimana kita semua bersatu padu berjihad melawan aksi teror dan terorisme hingga ke akar-akarnya sekaligus mengungkap motif, siapa dalang dan aktor intelek - tual di balik semua perbuatan terkutuk itu? 

Kita semua tentu mengutuk dan prihatin dengan aksi teror yang telah merenggut banyak korban jiwa manusia tidak ber - dosa. Kutukan demi kutukan tentu tidaklah cukup karena hanya merupakan ekspresi ke - geraman kita atas aksi keke ras - an yang merusak sendi-sendi kemanusiaan, kebangsa an, dan peradaban. Kita perlu berpikir cerdas dan bertindak strategis dengan melibatkan segenap komponen bangsa: ulama, to - koh agama, tokoh masya rakat, pendidik, aparat penegak hu - kum, rakyat sipil, dalam men - cegah aksi serupa dan berjihad melawan teror, terorisme, dan ideologi radikal. 

Jihad kontraterorisme merupakan sebuah keharusan di tengah ancaman teror yang mengerikan dan berpotensi “mengadu domba” di antara warga bangsa yang plural dan multikultural ini. Bagi umat Islam, jihad melawan teror dan terorisme merupakan pang gil - an iman seperti jihad melawan penjajah dan penjajahan. Karena teror dan terorisme itu musuh bersama sekaligus mu suh semua agama. 

Akar Ideologi Radikal 

Ideologi radikal dan aksi kekerasan dengan teror tidak identik dan tidak boleh diatas namakan agama tertentu. Karena agama apa pun tidak ada yang mengajarkan teror dan terorisme. Semua agama meng ajarkan kasih sayang dan per - damaian abadi. Jika kemudian se - bagian kecil pemeluk agama itu berideo - logi radikal, ber halu - an keras, dan mengobarkan sema - ngat “masuk surga” melalui amaliyah istisyhadiyyah (peledakan bom bu - nuh diri untuk me - raih mati syahid), d a p a t dipastikan b a h w a pema haman semacam itu salah besar. Pe mahaman keliru dan sesat ini boleh jadi disebabkan cuci otak dan indoktrinasi yang me nyesatkan dengan janji “angin surga”. 

Munculnya ideologi radikal sungguh kompleks. Di satu segi penganut ideologi ini boleh jadi mengalami semacam keke - cewa a n dan keputusasaan berat terhadap sistem sosial politik yang ada. Pada saat yang sama, doktrin bahwa negara ini me makai sistem thaghut (kafir) membuat mereka me - rasa ber ada dalam situasi yang meng haruskan hijrah dari “negeri kafir” (dar al-kufri) me - nuju ne geri Islam (dar al-Islam). Spirit untuk berhijrah dan mengganti sistem peme rin - tahan dengan negeri “impian” mereka inilah yang menjadi salah satu akar ideologi radikal yang memosisi kan mereka harus terus ber juang dan berperang melawan sistem thaghut. 

Mereka memandang negara Pancasila dan sistem pe - merin tah an yang ada sebagai target untuk diperangi. Doktrin jihad yang luas, luwes, dan multidi mensi itu kemu - dian direduksi menjadi seka - dar qital (berperang). Dan qital yang mereka dam bakan ada - lah perang instan dan cepat untuk meng antarkan mereka masuk surga, tak peduli de - ngan meledakkan diri dan membunuh banyak orang tidak berdosa. Jadi salah satu akar ideologi terorisme adalah indoktrinasi dan reduksi ajar - an agama yang menyim pang, diperkuat dengan janji men - jadi syahid yang kompen sasi - nya adalah masuk surga dari - pada hidup di dunia men derita dan sengsara karena ber bagai persoalan sosial. 

Melurus kan Makna Jihad 

Konsep jihad sering kali dimaknai hanya sebagai bentuk perlawanan, tindakan konfron tatif atau perang suci, pada - hal misi profetik Nabi SAW adalah pem bumi an aga - ma per damai an dan kasih sayang, bukan ke kerasan, p e n i n d a s a n , teror isme, dan perang (QS Al- Anbiya [21]: 107) Secara seman - tik, jihad dapat di - maknai sebagai upaya mengerahkan segala ke - mam puan dengan penuh kesungguhan dalam rangka menghadapi dan meng atasi ke - sulitan, kesukar - an, dan tantangan kehidupan. Al- Ashfahany (w. 502) me maknai jihad sebagai “mengerahkan daya upaya untuk me nangkis serangan dan meng - hadapi musuh yang tidak tam pak seperti hawa nafsu dan setan dan musuh yang tampak seperti orang kafir dan musyrik. 

Oleh karena itu, menurut Ibn al-Qayyim, jihad melawan diri sendiri (jihad an-nafs) itu merupakan jihad terbesar dan terberat bila dibandingkan de - ngan jihad melawan setan, orang-orang kafir, musyrik, dan orang munafik. Sebab musuh yang dihadapi adalah diri sen diri yang tidak kasatmata, se dang - kan jihad melawan musuh-mu - suh Islam itu dapat dilihat de - ngan jelas. Pada saat yang sama, dalam diri manusia terdapat jiwa kebinatangan yang cenderung memengaruhinya untuk memperturutkan hawa nafsunya. Jika jiwa kemanusiaan (alnafsal- insaniyyah) itutidakmam - pumengatasijiwake binatang an - nya, hidup manusia akan selalu dijajah oleh hawa nafsunya. 

Yang paling ber bahaya adalah orang yang men jadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. “Tahukah engkau orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan - nya? Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS al-Furqan [25]: 43). Jika hawa nafsu dipertuhankan, yang bersangkutan itu tidak lebih dari budak nafsu. Allah mensyariatkan puasa Ramadan antara lain agar mus - lim selalu waspada dan ber sikap hati-hati terhadap musuh yang ada dalam diri sendiri. Karena itu Nabi SAW pernah menyatakan bahwa “puasa itu perisai” (HR Muslim). Dengan demikian perisai paling kuat adalah jihad melawan musuh dalam diri sendiri dan godaan setan. Jihad melawan hawa nafsu angkara murka dalam bentuk menahan diri untuk tidak me - neror dan bertindak kekerasan idealnya diaktualisasi sehingga umat Islam tidak terjebak da - lam rutinitas puasa tanpa mak - na. 

Karena itu jihad melawan teror dan terorisme harus men - jadi komitmen dan agenda para shaimin dengan mengembangkan sikap toleran, menerima perbedaan, menghargai dan berempati terhadap nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT dan kepada sesama. Aktualisasi jihad melawan teror dan terorisme diwujud kan dengan menunjukkan sikap harmoni, damai, terbuka, dialogis, dan bertindak penuh kearifan serta menjauhkan diri dari penjajahan hawa nafsu yang menyesatkan dengan aksi teror. 

Melalui puasa lahir batin atau puasa holistis, umat Islam dapat meraih tujuan puasa, ya itu menjadi orang yang ber takwa secara autentik (QS Al-Baqarah [2]:183): takut kepada azab Allah jika membunuh manusia tak berdosa, takut tidak masuk surga jika merusak tatanan kehidupan dengan ke kerasan, dan takut tidak mem peroleh rahmat dan ampunannya karena tidak meneladani sifat dan nama baik Allah (Al-Asma’ al-Husna): Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Damai dan Pemberi keselamatan. 

Puasa fisikal (tidak makan, tidak minum, tidak ber hubungan suami-istri) harus ditransformasi menjadi puasa liberatiftransformatif (yang mem bebaskan dan bervisi per ubah an positif) dari “penjara hawa nafsu” menuju muslim yang sukses memuasakanpanca indera, lisan, hati, dan pikir an nya sehingga menjadi lulusan pendidikan Ramadan yang berkarakter takwa dengan me nebarkan ajaran kasih sayang, cinta damai, dan antikekerasan dan terorisme.

Jihad sejati me lalui pendidikan Ramadan su dah semestinya menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan kehidupan damai, rukun, toleran, dan saling meng - hargai perbedaan, sekaligus meme rangi teror dan terorisme yang memang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, ke - ma nusiaan, dan persatuan kebangsaan. 

Muhbib Abdul Wahab
Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ 
BI Naikkan Suku Bunga Acuan

BI Naikkan Suku Bunga Acuan


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,50%. Keputusan mengubah suku bunga acuan itu diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16-17 Mei 2018. 

Kebijakan tersebut ditempuh se - ba gai bagian dari bauran kebijakan BI un tuk menjaga stabilitas pe r ekono mian di te ngah berlanjutnya pe - ning kat an ke ti dak pastian pasar ke - uang an du nia dan pe nurunan li kui - di tas glo bal. Selain me n ai k kan BI 7- Day Re verse Repo Rate, BI ju ga menaik kan su ku bunga deposit fac i l ity se besar 25 bps menjadi 3,75% dan su ku bunga lending facility sebesar 25 bps men jadi 5,25%, berlaku efektif se jak 18 Mei 2018. Gubernur BI Agus DW Martowardo jo me ngatakan, BI juga me lan jutkan upa ya sta bilisasi nilai tukar rupiah sesuai de ngan kondisi fundamen t al nya de ngan te tap mendorong be ker janya mekanisme pasar. 

“Kebijakan ter se but di topang oleh pelak sanaan operasi moneter yang di arah kan untuk men jaga ke cukupan li kui di tas baik di pasar valas maupun pa sar uang,” ujar Agus di Ja kar ta kemarin. BI masih memandang optimistis kon disi perekonomian, baik di level glo bal maupun domestik. Dia mem per ki ra kan pertumbuhan eko nomi glo bal 2018 juga se makin baik mes ki pun di saat bersamaan se dang ber lang sung pro ses pe nyesuai an likui di tas global. Menurut dia, pertumbuhan eko - no mi global 2018 akan men capai 3,9%, lebih ting gi dari pra kiraan sebe lum nya se be sar 3,8%. Kon disi ini ter ja di karena di do rong ak selerasi eko nomi AS yang ber sum ber da ri penguatan investasi dan konsumsi di te ngah berlanjutnya nor malisasi ke bi jakan mo neter AS. 

“Ada - pun per tum buh an eko nomi Indonesia pada kuartal I 2018 tetap kuat di dukung oleh permin taan domes tik,” ujarnya. Lebih jauh mantan Dirut Bank Man diri itu memaparkan, pertumbuhan PDB kuartal I 2018 tercatat 5,06% (yoy), le bih tinggi bila dibandingkan de ngan pe riode yang sama tahun sebelumnya se besar 5,01% (yoy). Hal ini ditopang in ves tasi yang naik dan konsum si swasta yang tetap kuat. Ke depan BI mem per ki ra kan pertum buhan ekonomi 2018 te tap ber ada pada kisaran 5,1-5,5%. Adapun Deputi Gubernur Se nior BI Mirza Adityaswara me nambahkan, nilai tukar rupiah mengalami depresiasi pada kuartal I 2018, dipicu p enguat an dolar AS yang terjadi da lam skala global. Secara pointto- point, rupiah me le mah se besar 1,47% pada kuar tal I 2018 dan 1,06% pada April 2018. 

Mirza mengungkapkan, per kembangan nilai tukar rupiah masih terkendali, di topang oleh fundamental eko nomi Indonesia yang terjaga dan lang kah stabilisasi secara terukur yang ditempuh BI. Me nurut dia, langkah stabilisasi nilai tu kar rupiah di periode pe nyesuaian likuiditas global ini juga di topang upaya meng op ti malkan instrumen operasi moneter untuk tetap menjaga ke terse diaan likuiditas. “Ke depan BI terus me waspa dai risiko ketidakpastian pa - sar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar se suai de ngan nilai fun da men tal nya ser ta menjaga b e ker ja nya meka nisme pasar dan di du kung upaya-upaya pengem bang an pa sar keuangan,” tan das dia. 

Di samping itu BI juga menerap kan kebijakan ma kro prudensial, di antaranya de ngan te tap mem pertahankan coun ter cyclical capital buffer (CCB) se be sar 0% un tuk me n ja ga stabilitas sis tem ke uangan dan men do rong fungsi intermediasi perbankan. Koordinasi kebijakan d engan pemerintah dan otoritas ter kait terus diperkuat untuk men jaga stabilitas ma kro ekonomi dan sistem keuangan sert a memperkuat implementasi re formasi struktural. BI juga me mandang bauran kebijakan yang telah ditempuh se be lumnya dan respons saat ini kon sisten dengan upaya menjaga infla si agar tetap berada dalam kisaran sasaran 3,5±1% pada 2018 dan 2019 serta me nge lola ketahanan sektor eksternal. 

“Ke depan BI akan terus me - mo nitor perkembangan eko nomi dan siap menempuh lang kahlang kah yang lebih kuat gu na me - mas tikan tetap ter ja ga nya sta bi - li tas ma kro eko nomi,” imbuh dia. Peneliti Ins titute for De velop ment of Eco n omics and Finance (I n def) Bhima Yu dhistira Adhi ne gara mengatakan, fak tor yang men dorong BI menaik kan b u nga acuan adalah ka rena c a dang an devisa terus ter kuras un tuk stabilisasi nilai tu kar ru piah. Sejak awal 2018, ca dang an devisa sudah ter gerus se ki tar USD7 miliar. “Angka ini dikhawatirkan akan terus bertambah seiring pe lemahan nilai tukar rupiah,” kata Bhima saat dihubungi kemarin. 

Dengan naiknya bu - nga acuan 25 bps, dana asing di - harapkan bisa tertahan dan ti - dak melanjutkan outflow.Dia me maparkan, sejak awal tahun in vestor asing terus me la ku - kan penjualan bersih saham (net sales)Rp39 triliun. Bhi ma mengakui, awalnya dia ber h a rap bunga acuan naik sampai 50 bps karena langkah BI kalau ha nya menaikkan su - ku bunga 25 bps sebenarnya cu kup te r lam bat. Dalam pandang annya, ka l au hanya 25 bps, efek ke ru piah hanya te rapre siasi Rp100-200 per USD se hingga kurs be sok hanya menguat ke Rp13.800-13.900, belum kem bali ke titik fun damen t al Rp13.500. Dia kemudian mem pre diksi, tahun ini BI akan menaikkan 2-3 kali lagi bunga acuan me n - ja di 4,75-5%. 

“Namun yang per lu dicermati bulan Juni nan ti, akan ada rapat FOMC di ma na The Fed sangat mungkin me naikkan bunga acuan yang ke dua kali. Juni depan ha rapan nya BI bisa merespons dengan menaikkan bunga acuan la gi karena investor biasanya ber spekulasi dan bisa me lemah kan rupiah,” paparnya. Direktur Riset Center of Refor m on Economics (Core) In done sia Pieter Abdullah R e dja lam me nilai, kenaikan suku bu nga acu an tersebut memang su dah di tunggu pasar di te ngah kuatnya capital outflow yang ditandai pe nurunan IHSG kenaikan yield SBN serta pe lemahan rupiah. 

Menurut dia, tujuan k enaik an suku bu nga acuan ini ada lah sta bilisasi dengan tetap men ja ga besarnya interest rate dif fe ren tial setelah The Fed menaik kan su ku bunga acuan pa - da Maret yang lalu diikuti kenaik an suku bu nga di banyak ne ga ra. “Ke naik an suku bunga ini di per ki ra kan tidak sekali ini saja selama ta hun ini karena The Fed akan me lanjutkan ke - bi jakan nor ma li sasi dengan me naikkan suku bu nga 2-3 kali lagi,” paparnya saat dihubungi. Le bih lanjut dia me nu tur - kan, de ngan kenaikan 25 bps ini BI ma sih punya ruang untuk ke - naik an lebih lanjut mengikuti ke naikan suku bunga The Fed. Peng amat ekonomi ADB Ins ti - tute Eric Alexander Sugandi me - man dang, pertimbangan uta - ma kenaikan suku bunga ini adalah untuk memberikan si nyal ke pelaku pasar finansial bah wa BI siap mengambil langkah-langkah untuk mem per ta hankan ru piah di tengah ca pital outflow ka rena faktor eks ternal (ter uta - ma kenaikan su ku bunga AS dan yield US Treasury). 

“Kenaikan BI 7 - Day Repo Rate ini dimungkinkan karena inflasi re latif terkendali. Selain itu kenaik an sebesar 25 bps ju ga tidak meng ganggu per tum buh an eko nomi karena magni tu donya kec il,” kata dia saat dihubungi. 

Kunthi fahmar sandy 

Saturday, May 12, 2018

Para Perempuan Hebat Berbagi Tips di Indonesia Women Leaders

Para Perempuan Hebat Berbagi Tips di Indonesia Women Leaders

Indonesia Woman Leaders 2

JAKARTA - Sebanyak 11 tokoh perempuan mendapat penghargaan Indonesia Women Leaders 2018 oleh Majalah SINDO Weekly. 

Penghargaan diberikan dalam acara Womens Talk & Awarding: Indonesia Women Leaders 2018 di Auditorium Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Jumat (11/5/2018). (Baca juga: Menginspirasi Perempuan lewat Indonesia Women Leaders 208)

Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany merupakan salah satu penerima penghargaan tersebut. Dalam acara tersebut, Airin pun memaparkan pandangannya tentang perempuan dan kepemimpinan. 

Menurut dia, jiwa kepemimpinan dapat lahir saat perempuan menyadari dan memaksimalkan potensi dirinya. 

"Jangan melihat sudut pandang kalau wanita itu lemah, kita juga punya banyak kelebihan. Kita dapat melakukan segalanya, bisa menjadi mitra dan sahabat serta menjadi seorang ibu," kata Ketua Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) itu.



Sementara itu Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani yang juga mendapat penghargaan mengatakan, perempuan harus mampu mengenal dirinya sendirinya. 

Dengan mengenali diri sendiri, kata dia, perempuan akan mengetahui keinginannya di masa mendatang. "Kenali diri sendiri, setelah itu kenali medannya. Setelah masuk dan tahu medannya kita baru bisa buat strategi," kata Indah.

Penerima penghargaan lainnya, Direktur PT PT Shariah Multifinance Astra, Rina Apriana menegaskan perbedaan gender bukan penghalang perempuan untuk mewujudkan cita-citanya, termasuk menjadi pemimpin. 

Menurut dia, terwujud atau tidaknya cita-cita ditentukan dari dalam diri sendiri. "Yang menentukan kita sendiri mati langkah atau surut langkah harus bisa sesuai kemampuan kita. Kita ini bisa semuanya lho. Kita ini lebih detail, lebih cerewet, lebih kritis, multitasking, bisa di selesaikan salam waktu. Kita harus percaya diri dengan hal itu," tuturnya.

(dam)
Mengispirasi Banyak Orang, Jokowi dan TGB Dapat Penghargaan

Mengispirasi Banyak Orang, Jokowi dan TGB Dapat Penghargaan

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB)
 Muhammad Zainul Majdi mendapat penghargaan sebagai
tokoh inspirasi dari Majalah Infobank

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mendapat penghargaan sebagai tokoh inspirasi. TGB dan Jokowi dapat penghargaan dari Majalah Infobank yang bertajuk Top 10 Most Outstanding People 2018.

Pemimpin Majalah Infobank, Eko B Supriyanto mengatakan, tidak hanya berlatarbelakang perbankan, penghargaan itu juga diberikan kepada cendikiawan, dokter dan jurnalis yang mengispirasi banyak orang. Pemberian penghargaan ini merupakan yang kedua, pertama kali diberikan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang saat itu meninggalkan Indonesia karena menjadi petinggi World Bank.

"Saat itu hanya satu orang, namun tahun ini kami berikan kepada 10 tokoh yang kami anggap menginspirasi," kata Eko di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Untuk tahun 2018, penghargaan tak hanya diberikan kepada bankir atau tokoh di sektor ekonomi. Eko mengatakan, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh dengan latar belakang beragam.

Untuk kepentingan pemberian penghargaan ini, Majalah Infobank telah melakukan riset selama 10 tahun. Hal itu, kata Eko, dilakukan demi menjaga kualitas penjurian.

"Mari kita tingkatkan pemberian penghargaan tanpa memandang suku, ras, dan perbedaan agama. Ini sumbangsih Infobank bagi Indonesia," kata Eko.

Berikut nama 10 tokoh penerima penghargaan dari Majalah Infobank:

1. Nadiem Makarim - CEO Go-Jek
2. Maximus Tipagau - Tokoh Papua
3. Muhammad Zainul Majdi - Gubernur NTB
4. Dokter Terwan - Kepala RSPAD Gatot Subroto
5. Karni Ilyas - Jurnalis senior
6. Djohan Emir Setijoso - Komisaris BCA
7. Ahmad Syafii Maarif - Cendikiawan muslim
8. Agus DW Martowardoyo - Gubernur BI
9. Boediono - Ekonom senior
10. Joko Widodo - Presiden RI.

(mhd)
Indonesia Bantu Damaikan Afganistan

Indonesia Bantu Damaikan Afganistan

Indonesia Bantu Damaikan Afganistan

BOGOR - Sejumlah ulama dari Afganistan, Pakistan, dan Indonesia mengikuti konferensi ulama trilateral yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin. 

Konferensi yang dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini merupakan wujud dari komitmen Indonesia (RI) membantu perdamaian di Afganistan. Pertemuan para ulama dari tiga negara besar yang mewakili lebih dari 488 juta populasi umat Islam dunia ini digelar untuk mewujudkan perdamaian dan solidaritas di Afganistan. 

Dalam sambutan Jokowi mengatakan bahwa konferensi ulama trilateral ini digelar sebagai tindak lanjut dari usulan Presiden Afganistan Ashraf Ghani agar Indonesia turut mendorong terwujudnya perdamaian di negeri yang terus dirundung konflik tersebut. 

“Dalam kurun sembilan bulan, saya dua kali bertemu Presiden Ghani di Jakarta dan Kabul. Saya menyambut hangat undangan Presiden Ashraf Ghani agar Indonesia turut mendorong perdamaian, peace building di Afganistan,” ujarnya. 

Selain itu, Indonesia-Afganistan juga melakukan kerja sama bidang ekonomi, kepolisian, antinarkoba, dan pendidikan. 

Jokowi menegaskan komitmen Indonesia untuk ambil bagian dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Afganistan salah satunya ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dalam pertemuan Kabul Peace Process pada Februari lalu. 

“Saya juga berkomunikasi dengan Presiden Pakistan Mamnun Hussain serta Perdana Menteri Abbasi dalam kunjungan saya ke Islamabad. Pakistan adalah negara tetangga yang penting dan berperan di kawasan. Alhamdulillah, Pakistan menyambut baik komitmen dan upaya Indonesia membantu peace building di Afganistan,” kata Jokowi. 

Pemerintah Indonesia, lanjut Presiden, menyadari ulama turut memegang peranan penting dalam mendorong perdamaian di Afganistan. Karena itu, melalui pertemuan ini Indonesia memfasilitasi peran konstruktif dari para ulama untuk menyampaikan pesan perdamaian di Afganistan. 

“Pertemuan trilateral ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya Indonesia untuk mengedepankan peran para ulama. Indonesia sungguh merasa terhormat mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah,” paparnya. Pertemuan ini diikuti 19 ulama dari Afganistan, 17 ulama dari Pakistan, dan 17 ulama dari Indonesia. 

Jokowi berharap pertemuan trilateral ini dapat memberikan kontribusi konkret bagi perdamaian di Afganistan. “Melalui suara ulama, khususnya dari Afganistan, Pakistan, dan Indonesia, kiranya semangat ukhuwah untuk perdamaian di Afganistan dapat diperkuat,” harapnya. 

Presiden Jokowi menyadari bahwa upaya perdamaian di Afganistan tidak mudah. Namun, sebagai orang beriman harus meyakini adanya pertolongan Allah. Karenanya, dia meminta seluruh pihak untuk tidak memadamkan semangat perdamaian. “Di sinilah peran kunci para ulama dalam menjaga momentum dan optimisme umat dalam perdamaian,” tuturnya. 

Sementara itu, Wapres Ju suf Kalla, saat menutup konferensi ulama trilateral berharap pertemuan tersebut diharapkan dapat membawa keberkahan dalam mewujudkan perdamaian di Afganistan. 

“Bogor ini terkenal sebagai kota hujan. Umat Islam meyakini hujan adalah berkah. Semoga pertemuan ini menjadi berkah yang tercurah bagi kita semua,” katanya. Pertemuan yang dibuka Presiden Jokowi itu menyepakati adanya pesan perdamaian yang bertajuk Bogor Ulama Declaration of Peace.



Deklarasi dibacakan oleh perwakilan ulama dari Indonesia Quraish Shihab, perwakilan Afganistan Ataulah Lodin, dan per wakilan Pakistan Qibla Ayaz. Menurut JK, pesan perdamaian yang dituangkan dalam deklarasi tersebut berisikan pandangan para ulama tentang pentingnya perdamaian yang diajarkan di dalam Alquran. 

“Berisi pandangan tiga ulama dari tiga negara tentang perdamaian. Bogor Ulama Declaration of Peace juga menjadi catatan dukungan sejarah untuk kontribusi ulama bagi perdamaian, karena itu Bogor Ulama Declaration of Peace sangat bermakna bagi seluruh umat Islam dalam upaya mencipta kan perdamaian dan stabilitas khususnya di Afganistan,” ungkapnya. 

JK menyatakan bahwa tujuan akhir yang ingin dicapai adalah perdamaian antara Peme rintah Afganistan dengan Taliban. Konferensi ini adalah langkah awal mendorong mereka duduk bersama-sama duduk berunding dan berdialog untuk mencapai perdamaian. (Dita Angga) 

Koran Sindo